Lewati ke konten utama
Akademik

Diseminasi Hasil KKMI 2026, UBMG Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Dampak dari Pengalaman Internasional

1 Oktober 20261 foto
Diseminasi Hasil KKMI 2026, UBMG Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Dampak dari Pengalaman Internasional - gambar 1 1 / 1
Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran berwawasan global melalui kegiatan Diseminasi Hasil Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI) 2026, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di lantai 4 Kampus UBMG ini menjadi ruang bagi mahasiswa peserta KKMI untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta hasil pembelajaran selama mengikuti program internasional di University of Malaya, Malaysia.
 
 
Diseminasi tersebut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UBMG, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep., Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG sekaligus Pelaksana Tugas Rektor, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., Dosen Pembimbing Lapangan KKMI, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., serta para dekan, ketua program studi, dosen, dan mahasiswa peserta KKMI 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKMI yang dilaksanakan UBMG melalui kolaborasi internasional bersama University of Malaya, sekaligus menjadi forum refleksi atas pengalaman mahasiswa selama menjalani program kurang lebih satu bulan di Malaysia.
 
 
Dosen Pembimbing Lapangan KKMI, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., menjelaskan bahwa diseminasi menjadi tahapan penting untuk memastikan pengalaman mahasiswa selama mengikuti KKMI tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat dibagikan dan memberikan pembelajaran bagi sivitas akademika. Sebanyak delapan kelompok mahasiswa mempresentasikan hasil kegiatan mereka, yang sebelumnya telah melalui proses pendampingan serta pengesahan oleh pendamping lapangan pada masing-masing program studi. 
 
 
“Diseminasi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil kegiatan selama kurang lebih satu bulan di lokasi KKMI. Harapannya, banyak pengetahuan dan pengalaman yang dapat diambil, khususnya pengalaman internasional, tetapi juga pengalaman nasional dan lokal yang mereka peroleh selama mengikuti program,” ujar Ismail.
 
 
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UBMG, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep., menegaskan bahwa keberadaan KKMI tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa peserta, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran bagi program studi dan fakultas. Menurutnya, pengalaman internasional yang diperoleh mahasiswa perlu diteruskan kepada mahasiswa lainnya serta memberikan kontribusi bagi masyarakat. 
 
 
“Kami berharap ke depan program KKMI dapat menjadi jembatan institusi kepada mahasiswa, khususnya generasi berikutnya, maupun kepada masyarakat luas. KKMI bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, tetapi harus memberikan dampak positif. Kami berharap bukan hanya output dan income yang dihasilkan, tetapi juga impact bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkap Andriyanto.
 
 
Sementara itu, Kepala KUI UBMG sekaligus Plt. Rektor, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., dalam sambutannya menekankan bahwa pengalaman internasional yang diberikan melalui KKMI bukan untuk membandingkan Indonesia dengan negara lain, maupun University of Malaya dengan UBMG. Lebih dari itu, program tersebut dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai keberagaman lingkungan, budaya, cara belajar, serta kehidupan masyarakat di dunia internasional. 
 
 
“Kami ingin adik-adik semua melihat betapa luasnya dunia ini. Kita bisa berinteraksi meskipun tidak selalu mengetahui bahasa mereka. Kita bisa menikmati percakapan dan membangun komunikasi meskipun terdapat perbedaan istilah dan latar belakang,” tegas Dr. Ayu.
 
 
Dr. Ayu menambahkan, pengalaman berada di lingkungan yang berbeda diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang mampu melihat peluang, mengambil inspirasi dari praktik-praktik baik, kemudian mengadaptasinya sesuai kebutuhan di lingkungan asalnya. 
 
“Penting bagi adik-adik untuk melihat situasi dan kondisi yang berbeda, bukan untuk membandingkan atau mengecilkan diri sendiri. Kami ingin mahasiswa mampu menciptakan dampak, mengambil inspirasi dari praktik baik yang mereka temukan, kemudian melihat apa yang dapat diterapkan di tempat asalnya,” tambahnya.
 
 
Melalui Diseminasi Hasil KKMI 2026, UBMG menegaskan bahwa internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan mahasiswa di ruang akademik global, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman, wawasan, jejaring, dan kemampuan mahasiswa untuk membawa pembelajaran global ke lingkungan lokal. Program KKMI sekaligus memperkuat langkah UBMG dalam membangun ekosistem pendidikan yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berinteraksi, dan berkembang dalam perspektif yang lebih luas sebagai bagian dari visi “Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal.” (Hms)

Bagikan artikel ini