Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) menggelar doa pemberangkatan bagi peserta Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI) Tahun 2026 di Ruang 1A Kampus UBMG, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus penguatan komitmen sebelum 24 mahasiswa diberangkatkan untuk mengikuti program internasional di Malaysia.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., serta Dekan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D.
Dalam arahannya, Kepala KUI, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga nama baik Universitas Bina Mandiri Gorontalo selama mengikuti program di luar negeri.
"Mahasiswa harus menjaga nama baik Universitas Bina Mandiri Gorontalo. Disiplin, etika, dan sikap selama berada di luar negeri harus menjadi perhatian utama. Mahasiswa juga perlu mampu beradaptasi dengan budaya, lingkungan, dan bahasa yang berbeda karena akan menghadapi berbagai tantangan baru," ujarnya.
Dr. Ayu menjelaskan bahwa sebanyak 24 mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti KKMI tahun ini. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan KKMI 2026 menghadirkan berbagai penyempurnaan dibanding tahun sebelumnya, terutama bagi mahasiswa Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK).
Menurutnya, mahasiswa FSTIK kini memperoleh kesempatan mengikuti clinical experience di rumah sakit maupun klinik yang relevan dengan bidang keilmuan mereka. Sementara itu, mahasiswa dari program studi nonkesehatan akan memperoleh materi yang disesuaikan dengan kompetensi masing-masing, seperti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan media pembelajaran bagi program studi pendidikan, serta materi bisnis internasional bagi mahasiswa yang berkaitan dengan manajemen dan hubungan internasional. Selain materi khusus, seluruh peserta juga akan mendapatkan materi umum yang bermanfaat untuk memperluas wawasan global.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal dan terus berkoordinasi dengan dosen pembimbing selama menjalankan program.
"Mahasiswa diharapkan selalu memberikan pembaruan kepada dosen pembimbing mengenai seluruh aktivitas, baik kegiatan program maupun aktivitas individu. Saya juga akan mendampingi langsung sejak keberangkatan hingga berada di Malaysia selama beberapa hari, termasuk mendampingi kegiatan di dalam maupun di luar kelas. Selain itu, mahasiswa tidak perlu khawatir karena akan mendapatkan pendampingan terkait output, baik output berupa artikel maupun output akademik lainnya," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., menegaskan bahwa pelaksanaan KKMI merupakan implementasi nyata visi UBMG sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global.
"Program KKMI merupakan salah satu bentuk komitmen UBMG dalam mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi yang mengglobal. Internasionalisasi kampus terus kami dorong melalui berbagai program strategis. Sebelumnya mahasiswa telah memperoleh pembekalan melalui coaching, sehingga diharapkan siap mengikuti program ini dengan baik," jelasnya.
Rektor juga menjelaskan bahwa pada Tahun Akademik 2026/2027 pelaksanaan Kuliah Kerja Mandiri dibagi ke dalam dua klaster, yaitu KKM Reguler dan KKM Internasional. Sebanyak 119 mahasiswa telah diberangkatkan untuk mengikuti KKM Reguler di berbagai desa, sementara 24 mahasiswa lainnya akan mengikuti KKMI sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik dan jejaring internasional.
Melalui program ini, UBMG terus memperkuat langkah menuju kampus berdaya saing global dengan memberikan pengalaman belajar lintas negara, memperkaya kompetensi mahasiswa, serta memperluas kolaborasi internasional yang mendukung peningkatan kualitas lulusan di tingkat global. (hms)