Lewati ke konten utama
Kerjasama

FEB UBMG Hadirkan Visiting Lecturer BPSU, Bahas Transformasi Bisnis Berkelanjutan di Era AI Bersama UMKM Gorontalo

21 September 2026
FEB UBMG Hadirkan Visiting Lecturer BPSU, Bahas Transformasi Bisnis Berkelanjutan di Era AI Bersama UMKM Gorontalo
Gorontalo — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) memperkuat kolaborasi akademik dan kontribusinya bagi dunia usaha melalui simposium bertema “Sustainable Business Transformation in the Age of Artificial Intelligence: Opportunities, Challenges, and Future Strategies”, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan Visiting Lecturer dari Bataan Peninsula State University (BPSU), Filipina, Lovely C. Manalili, MBA, sebagai pemateri internasional, sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai peluang, tantangan, dan strategi bisnis berkelanjutan di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI).
 
 
Simposium tersebut merupakan kolaborasi FEB UBMG bersama Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo, serta difasilitasi oleh Gallery Olaku binaan Bank Indonesia. Kegiatan dihadiri Dekan FEB UBMG Dr. Darman, M.Si. bersama jajaran fakultas, Kepala Diskumperindag Provinsi Gorontalo Faisal Lamakaraka, S.STP., M.SE., jajaran pegawai Diskumperindag, serta sejumlah perwakilan pelaku UMKM dan industri di Provinsi Gorontalo. Kegiatan dibuka oleh Faisal Lamakaraka, dilanjutkan sambutan perwakilan Bank Indonesia dan pemaparan materi oleh Lovely C. Manalili, MBA.
 
 
Dalam pemaparannya, Lovely C. Manalili mengulas perkembangan AI dan dampaknya terhadap dunia bisnis, termasuk peluang pemanfaatan teknologi, tantangan yang perlu diantisipasi, serta strategi yang dapat diterapkan untuk membangun bisnis yang adaptif dan berkelanjutan. Topik tersebut mendapat respons positif dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan terlibat dalam diskusi bersama pemateri. 
 
 
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pegawai Diskumperindag hingga perwakilan UMKM dan industri yang ada di Provinsi Gorontalo. Antusiasme peserta sangat baik, dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya langsung kepada pemateri,” ujar Dr. Darman.
 
 
Lebih lanjut, Dr. Darman berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan karena membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pengembangan akademik di lingkungan FEB UBMG, tetapi juga menjadi sarana memperluas jejaring kerja sama. Bahkan, sejumlah pihak dari Diskumperindag dan pelaku UMKM menyampaikan ketertarikan untuk menindaklanjuti kegiatan melalui PKS, MoA, maupun MoU dengan FEB UBMG sehingga dapat terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kapasitas pada masa mendatang.
 
 
Pelaksanaan simposium ini menjadi bagian dari upaya UBMG menghadirkan perspektif global untuk menjawab kebutuhan lokal, khususnya dalam menghadapi transformasi dunia bisnis akibat perkembangan teknologi. Kolaborasi FEB UBMG dengan BPSU, Diskumperindag Provinsi Gorontalo, Bank Indonesia, dan pelaku UMKM sekaligus memperkuat peran UBMG sebagai ruang bertemunya akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional untuk membangun ekosistem pembelajaran serta kerja sama yang relevan dengan tantangan ekonomi masa kini. (Hms)

Bagikan artikel ini