Lewati ke konten utama
Kerjasama

FSTIK UBMG Hadirkan Visiting Lecturer BPSU dalam International Symposium di Dinas Kesehatan Bone Bolango

22 September 2026
FSTIK UBMG Hadirkan Visiting Lecturer BPSU dalam International Symposium di Dinas Kesehatan Bone Bolango
Bone Bolango, Gorontalo — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) melalui Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) terus memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi internasional melalui penyelenggaraan International Symposium bersama visiting lecturer dari Bataan Peninsula State University (BPSU), Filipina. Kegiatan yang mengangkat tema “Advancing Public Health Through Social Innovation, Community Engagement, and Behavioral Change” tersebut berlangsung di Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, Selasa (22/9/2026), dengan melibatkan unsur tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan bidang kesehatan masyarakat.
 
 
Symposium menghadirkan Juliet R. Masangcap, MHFR, CHRP, akademisi dari BPSU yang memiliki fokus keahlian pada psikologi sosial. Kehadiran Juliet menjadi bagian dari rangkaian program visiting lecturer UBMG bersama BPSU sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan internasional yang relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan di masyarakat. Perspektif yang disampaikan diarahkan pada pentingnya inovasi sosial, keterlibatan masyarakat, serta perubahan perilaku dalam mendukung penguatan kesehatan publik, khususnya dalam menghadapi persoalan kesehatan mental.
 
 
Dekan FSTIK UBMG, Adnan Malaha, M.Si., menyampaikan bahwa symposium tersebut memiliki relevansi kuat karena diikuti sekitar 20 perwakilan dari berbagai puskesmas di Kabupaten Bone Bolango, termasuk unsur yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan jiwa, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango. Menurutnya, materi yang disampaikan oleh Juliet memberikan perspektif penting bagi tenaga kesehatan, terutama dalam membangun kesabaran, empati, dan kesiapan diri ketika memberikan pelayanan kepada pasien dengan kondisi kesehatan jiwa.
 
 
“Banyak hal yang dapat kita ambil dari apa yang disampaikan oleh Juliet R. Masangcap. Salah satunya bagaimana kita memiliki kesabaran dan empati yang lebih dalam ketika menghadapi pasien yang mungkin mengalami gangguan kejiwaan. Karena peserta yang hadir merupakan lini yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan jiwa, materi ini menjadi sangat relevan dengan tugas mereka di lapangan,” ujar Adnan.
 
 
Lebih lanjut, Adnan menekankan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental tidak hanya ditujukan kepada pasien, tetapi juga perlu menjadi kesadaran bagi tenaga kesehatan dan para pekerja. Menurutnya, kemampuan memberikan pelayanan kepada orang lain perlu diawali dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri sendiri. “Kita harus lebih aware terhadap kesehatan mental, baik tenaga kesehatan maupun para pekerja. Kesadaran diri menjadi penting, karena sebelum kita menolong orang lain, kita juga harus mampu menolong dan menjaga diri kita sendiri,” tambahnya.
 
 
Selain membahas aspek sosial dan perilaku dalam kesehatan masyarakat, Juliet juga memaparkan sejumlah pendekatan, aturan, dan kebijakan yang dapat menjadi referensi untuk dikembangkan dalam konteks pelayanan kesehatan di Indonesia. Adnan berharap pertukaran pengetahuan tersebut tidak berhenti pada forum symposium, tetapi dapat memberikan manfaat praktis bagi peserta dan menjadi bahan pertimbangan dalam penguatan kebijakan pelayanan kesehatan di tingkat daerah maupun puskesmas. “Karena kegiatan ini dihadiri oleh penanggung jawab puskesmas, dokter yang menangani kesehatan jiwa, serta jajaran Dinas Kesehatan, kami berharap apa yang disampaikan dapat diaplikasikan dan menjadi masukan dalam pengembangan kebijakan di tingkat puskesmas,” pungkasnya.
 
 
Melalui International Symposium ini, FSTIK UBMG menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mempertemukan perspektif akademik internasional dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Kolaborasi bersama BPSU dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango sekaligus memperkuat komitmen UBMG dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, berorientasi pada pemecahan persoalan kesehatan masyarakat, serta memiliki jejaring kemitraan yang semakin luas di tingkat internasional. (Hms)

Bagikan artikel ini