Hari Keempat SPKKMB UBMG, Mahasiswa Baru Diperkenalkan dengan Unsur Pimpinan dan Didorong Bangun Karakter Berprestasi

3 September 2026 Kegiatan
Hari Keempat SPKKMB UBMG, Mahasiswa Baru Diperkenalkan dengan Unsur Pimpinan dan Didorong Bangun Karakter Berprestasi
Kampus UBMG — Rangkaian Studi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (SPKKMB) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) memasuki hari keempat, Kamis (3/9/2026). Pada tahapan ini, mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat unsur pimpinan dan jajaran sivitas akademika yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kehidupan akademik di lingkungan UBMG.



Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Rektor UBMG, Dr. Ir. H. Azis Rachman, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., Rektor UBMG, Dr. Ir. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., para Wakil Rektor, Kepala Biro PSDM, Kepala Kantor Urusan Internasional, para Dekan, pimpinan unit, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika UBMG bersama mahasiswa baru peserta SPKKMB.




Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat. Rektor UBMG memperkenalkan satu per satu unsur pimpinan dan staf dari berbagai unit kerja di lingkungan kampus. Pengenalan tersebut menjadi bagian penting bagi mahasiswa baru agar tidak hanya memahami struktur organisasi UBMG, tetapi juga mengetahui pihak-pihak yang dapat menjadi mitra mereka selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.



Usai sesi perkenalan, Rektor UBMG memberikan penguatan dan arahan kepada mahasiswa baru. Dalam pesannya, Rektor menekankan bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan dan kecerdasan akademik, tetapi juga tentang membangun karakter yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.



“Salah satu visi UBMG adalah berkarakter. Karakter itu bukan merupakan sebuah kecerdasan, tetapi perpaduan antara ilmu dan kecerdasan yang diaplikasikan dalam satu bentuk yang memberikan dampak positif dan baik. Itulah karakter,” ujar Rektor.



Menurutnya, karakter terbentuk melalui proses panjang yang dimulai dari nilai yang diyakini, kemudian dijalankan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang terus dipelihara akan membentuk integritas, dan integritas pada akhirnya menjadi bagian dari karakter seseorang.



“Melalui sebuah nilai yang diyakini, kemudian secara konsisten dijalankan, akan membentuk sebuah kebiasaan. Jika terus-menerus dijalankan, kebiasaan itu akan membentuk integritas, dan integritas akan membentuk karakter. Saya berharap karakter ini menjadi bagian dari kalian. Karena itu, jagalah etika, sopan santun, kejujuran, disiplin, serta hormat kepada dosen dan tenaga kependidikan. Yang tua menghargai yang muda, dan yang muda menghargai yang tua,” pesan Rektor.



Lebih lanjut, Rektor menyampaikan sejumlah nilai yang perlu menjadi pedoman mahasiswa baru selama menjalani kehidupan akademik di UBMG. Pertama, mahasiswa diminta untuk senantiasa mengedepankan etika dan sopan santun dalam berinteraksi di lingkungan kampus.



“Etika dan sopan santun tolong dikedepankan. Tiga S, yaitu senyum, sapa, salam, harus kita biasakan,” tegasnya.



Kedua, mahasiswa didorong menjadi pribadi yang aktif dan mandiri. Rektor mengingatkan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa untuk tidak hanya menunggu ilmu diberikan, tetapi juga aktif menyampaikan gagasan, berdiskusi, mencari solusi, dan menghadapi berbagai persoalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.



“Jadilah mahasiswa yang aktif dan mandiri. Jangan hanya menunggu diberikan ilmu, tetapi harus punya peran aktif dalam menyampaikan gagasan dan mencari solusi di setiap permasalahan yang kalian hadapi. Jangan pantang menyerah. Jika ada persoalan, silakan berkomunikasi dan berhadapan dengan unsur jajaran yang ada. Jangan patah semangat, karena masalah yang dihadapi nantinya merupakan bagian dari perjalanan dan proses kalian,” ujarnya.



Ketiga, mahasiswa diajak untuk membangun prestasi sejak awal masa perkuliahan. UBMG, kata Rektor, meyakini bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui berbagai ruang aktualisasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.



Mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, berbagai kegiatan kampus, kompetisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun program pengembangan diri lainnya. Keaktifan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menemukan potensi, mengembangkan kemampuan, sekaligus mengukir prestasi yang dapat membawa nama baik UBMG.



Keempat, Rektor mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. Kemajuan teknologi harus digunakan sebagai sarana untuk belajar, berkarya, membangun jejaring, dan menyebarluaskan hal-hal positif, bukan menjadi ruang untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.



Sementara itu, nilai kelima yang ditekankan adalah pentingnya membangun rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
“Banggalah menjadi bagian dari Universitas Bina Mandiri Gorontalo. Bawa nama baik lembaga ini melalui sikap, prestasi, karya, dan kontribusi positif kalian,” pesan Rektor kepada mahasiswa baru.



Pada kesempatan tersebut, Rektor juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk membawa energi dan aura positif dalam kehidupan kampus. Ia secara khusus mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, saling menghargai, serta bebas dari tindakan perundungan atau bullying.



“Anak-anakku sekalian, tolong bawa aura positif ke lembaga kita. Hindari yang namanya bullying dan hal-hal yang dapat memberikan dampak kurang baik bagi lingkungan Universitas Bina Mandiri Gorontalo. Mari kita ciptakan lingkungan kampus yang saling menghargai, saling mendukung, dan menjadi tempat yang baik untuk tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.



Selain membangun karakter dan etika, mahasiswa baru juga diajak memahami serta menjaga budaya kampus yang menjadi bagian dari identitas UBMG, salah satunya melalui budaya Clean and Green. Budaya tersebut diwujudkan melalui kepedulian bersama terhadap kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan kampus.



“Pahami culture budaya UBMG, yaitu Clean and Green. Kita bisa lihat sendiri bahwa kampus ini bersih. Karena itu, mari kita jaga bersama kebersihan dan lingkungan kampus UBMG,” lanjut Rektor.



Melalui rangkaian SPKKMB, UBMG tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik dan unsur pimpinan kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang diharapkan menjadi fondasi selama mahasiswa menjalani proses pendidikan.



Pengenalan pimpinan, penguatan karakter, pembiasaan etika, dorongan untuk aktif dan berprestasi, hingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari upaya UBMG dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian, serta kesiapan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.



Dengan semangat tersebut, mahasiswa baru UBMG diharapkan mampu menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, berkarya, berprestasi, dan membangun masa depan dengan membawa nilai-nilai Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal. (Hms)
Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)