Kampus UBMG – Pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Selasa, 31 Maret 2026, menjadi momen yang dinantikan oleh ribuan siswa di seluruh Indonesia. Namun di balik kabar gembira bagi sebagian peserta, tidak sedikit pula siswa yang harus menerima kenyataan belum berhasil lolos pada jalur seleksi tersebut.
Meski demikian, kondisi tersebut bukanlah akhir dari perjalanan untuk meraih pendidikan tinggi. Data menunjukkan bahwa lebih dari **600 ribu peserta SNBP 2026 tidak lolos seleksi, sehingga masih terbuka berbagai peluang melanjutkan pendidikan melalui jalur lain, termasuk di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berkualitas.
Di Provinsi Gorontalo, salah satu perguruan tinggi yang terus berkembang, bertransformasi dan berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas adalah Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG).
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus bertransformasi, UBMG hadir memberikan akses pendidikan yang inklusif, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta berbasis penguatan kemandirian dan kewirausahaan.
Melalui berbagai program akademik yang dirancang adaptif terhadap perkembangan zaman, UBMG berupaya mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing global.
Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, menegaskan bahwa kegagalan dalam satu jalur seleksi tidak seharusnya mematahkan semangat generasi muda untuk meraih masa depan.
Tidak lolos SNBP bukanlah akhir dari segalanya. Justru ini menjadi momentum bagi para siswa untuk menemukan pilihan perguruan tinggi yang tepat dan sesuai dengan potensi mereka.
"Kampus UBMG hadir memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi dengan kualitas akademik yang terus kami kembangkan,” ujar Rektor Titin Titin.
Ia menambahkan, UBMG terus berupaya memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.
Saat ini, UBMG memiliki 4 Fakultas, 18 Program Studi (Prodi), serta 1 Program Pascasarjana (PPs) yang membuka peluang luas bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional.
Program Pascasarjana (PPs)
PPs UBMG memiliki Program Studi Magister Manajemen (S2) dengan 5 (lima) bidang konsentrasi, yaitu:
- Manajemen Bisnis
- Manajemen Layanan Kesehatan
- Manajemen Pendidikan
- Manajemen Sektor Publik/Pemerintahan
- Manajemen Inovasi Daerah
Fakultas dan Program Studi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan Prodi berikut:
- S1 Manajemen
- S1 Administrasi Bisnis
- S1 Bisnis Digital
Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK)
- D3 Analis Kesehatan
- D4 Promosi Kesehatan
- S1 Farmasi
- S1 Gizi
- S1 Administrasi Rumah Sakit
- S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB)
- S1 Teknologi Pendidikan
- S1 Pendidikan Khusus
- S1 Ilmu Lingkungan
- S1 Perpustakaan dan Sains Informasi
Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP)
- D4 Administrasi Pemerintahan Daerah
- D4 Akuntansi Sektor Publik
- D4 Manajemen Kontrak Pemerintahan
- S1 Hubungan Internasional
Menurut Rektor UBMG, beberapa Prodi di UBMG bahkan menjadi program studi unggulan yang sangat dibutuhkan dunia kerja serta masih terbatas penyelenggaraannya di Provinsi Gorontalo dan Indonesia Timur.
“Beberapa Prodi unggulan di UBMG bahkan menjadi satu-satunya di Provinsi Gorontalo, seperti D3 Analis Kesehatan, S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, S1 Hubungan Internasional, serta S1 Pendidikan Khusus. Lulusan dari bidang-bidang ini memiliki prospek kerja yang sangat luas karena kebutuhan tenaga profesionalnya terus meningkat,” jelas Rektor Titin.
Selain kualitas akademik, UBMG juga memberikan perhatian terhadap aksesibilitas biaya pendidikan bagi masyarakat.
Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UBMG, Karlina Napu, M.Si menjelaskan bahwa mulai tahun akademik 2026, UBMG menerapkan sistem Biaya Kuliah Tunggal (BKT) yang dibayarkan per semester.
Pemberlakuan BKT ini bertujuan memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa dalam merencanakan biaya pendidikan.
"Besaran biaya setiap fakultas tentu berbeda, karena disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas dan layanan akademik masing-masing program studi,” ungkap Warek Karlina.
Ia menambahkan bahwa untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB), biaya kuliah tergolong sangat terjangkau, sementara Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP) tetap berada pada kategori cukup terjangkau.
Adapun Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) memiliki biaya sedikit lebih tinggi karena didukung fasilitas laboratorium dan praktik yang lebih intensif.
Kampus UBMG juga terus memperkuat fasilitas penunjang pembelajaran guna menciptakan lingkungan akademik yang modern dan produktif. Beberapa fasilitas unggulan yang dimiliki antara lain Perpustakaan Unggul, Business Center, Mini Hospital, serta berbagai laboratorium riset yang mendukung kegiatan praktikum dan penelitian mahasiswa.
“UBMG hadir dengan semangat menjadi kampus yang unggul, profesional, dan mengglobal. Kami terus berkomitmen membangun kualitas sumber daya manusia di Provinsi Gorontalo melalui pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” tutup Warek Karlina.
Melalui berbagai keunggulan tersebut, UBMG mengajak generasi muda Gorontalo dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di “Kampus Pelopor Kemandirian”, kampus kebanggaan masyarakat yang terus berkembang dalam mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing. (hms)