Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu akademik melalui penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Sistem Penjaminan Mutu dan Akademik yang dilaksanakan di Ruang Akreditasi Kampus UBMG, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Rektor UBMG, para Wakil Rektor, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA), Kepala Biro, para Dekan Fakultas, serta Ketua Program Studi (Prodi). Rapat merupakan forum strategis untuk melakukan monitoring, evaluasi, serta sinkronisasi langkah dalam penguatan sistem penjaminan mutu di lingkungan UBMG.
Dalam arahannya, Ketua YBMG Dr. Azis Rachman, MM menegaskan bahwa sistem penjaminan mutu merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, sekaligus menjadi instrumen utama dalam memastikan keberlangsungan peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan.
“Penjaminan mutu merupakan unit yang mengawal ruh akademik sebuah perguruan tinggi. Melalui sistem pengendalian mutu yang terstruktur, kita dapat memastikan bahwa seluruh proses akademik berjalan sesuai standar nasional pendidikan tinggi dan terus mengalami peningkatan kualitas,” ujar Dr. Azis.
Ia menekankan pentingnya pembentukan Unit Penjaminan Mutu di tingkat Fakultas yang akan menjadi penghubung strategis antara lembaga penjaminan mutu di tingkat universitas dengan implementasi standar mutu di Program Studi (Prodi).
“Ke depan, kita perlu membentuk Ti, Ad Hoc penjaminan mutu di tingkat Fakultas yang didukung oleh Gugus Kendali Mutu di setiap program studi. Struktur ini akan memperkuat fungsi monitoring dan evaluasi secara sistematis sehingga proses peningkatan mutu akademik dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Azis juga meminta dukungan penuh dari para Dekan untuk mendorong percepatan peningkatan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam pengelolaan mutu akademik.
“Saya mengharapkan seluruh Dekan untuk terus mendorong staf dan pengelola akademik agar mampu melakukan akselerasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya. SDM yang memiliki fokus dan kompetensi di bidang penjaminan mutu akan sangat membantu dalam mempersiapkan proses akreditasi Prodi,” tambahnya.
Menurut Dr. Azis, proses akreditasi membutuhkan kerja kolaboratif dan komitmen kuat dari seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, pengalaman dan kompetensi yang dimiliki oleh SDM di lingkungan kampus harus dimanfaatkan secara optimal.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menyukseskan proses akreditasi. SDM yang sudah memiliki pengalaman dalam penyusunan borang akreditasi diharapkan dapat membantu dan membimbing unit lainnya sehingga seluruh program studi dapat bergerak secara simultan menuju capaian akreditasi unggul,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan bagian dari agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal yang berjalan di lingkungan universitas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari proses monitoring dan evaluasi terhadap penguatan sistem penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi. Dengan adanya gugus kendali mutu yang aktif, sistem pengawasan internal dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Rektor Titin.
Ia menambahkan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan Prodi menghadapi proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri.
“Kita perlu melakukan pengecekan secara berkala terhadap progres persiapan akreditasi program studi. Dengan sistem penjaminan mutu yang kuat, setiap program studi diharapkan mampu meraih capaian akreditasi unggul dari lembaga akreditasi mandiri,” jelas Rektor Titin.
Ia juga menyoroti praktik baik yang dilakukan oleh sejumlah perguruan tinggi yang berhasil meningkatkan kualitas akreditasi melalui penguatan unit penjaminan mutu yang bekerja secara khusus dalam mengawal proses akreditasi.
“Beberapa perguruan tinggi yang berhasil meningkatkan kualitas akreditasi, memiliki unit khusus yang fokus mengawal proses penjaminan mutu dan akreditasi, terutama di tingkat Fakultas. Hal ini dapat menjadi referensi bagi kita untuk memperkuat sistem pengelolaan mutu di Kampus UBMG,” tambah Rektor Titin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) UBMG, Dr. Ikram Muhammad, M.Si menyampaikan bahwa penguatan Gugus Kendali Mutu di tingkat Prodi akan difokuskan pada peningkatan standar pendidikan, khususnya pada aspek pembelajaran dan pengelolaan akademik.
“Kami mendorong pembentukan dan penguatan gugus kendali mutu di setiap Prodi dengan fokus pada peningkatan standar pendidikan dan pengajaran. Hal ini penting untuk memastikan seluruh proses pembelajaran berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan,” jelas Dr. Ikram.
Ia juga mengungkapkan bahwa BPMA akan menyelenggarakan berbagai program peningkatan kapasitas bagi pengelola mutu di tingkat Prodi.
“Kami akan menyiapkan pelatihan bagi pengelola gugus kendali mutu agar mereka memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait sistem penjaminan mutu, mulai dari perencanaan, implementasi, pelaporan hingga evaluasi mutu akademik,” katanya.
Menurut Dr. Ikram, keberadaan sistem penjaminan mutu yang terstruktur juga akan sangat membantu dalam proses penyusunan dan pengembangan Rencana Strategis (Renstra).
“Melalui sistem penjaminan mutu yang kuat, proses perencanaan hingga evaluasi dapat berjalan lebih terarah dan terukur. Dengan meningkatnya budaya mutu akademik dan non-akademik, kami optimistis capaian akreditasi setiap Prodi di UBMG akan semakin meningkat,” tambahnya.
Rapat koordinasi tersebut berlangsung secara interaktif dan penuh dinamika. Para peserta rapat memberikan berbagai masukan konstruktif terkait strategi penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan tata kelola akademik, serta percepatan persiapan akreditasi Prodi.
Melalui kegiatan ini, Kampus UBMG konsisten terhadap komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada budaya mutu berkelanjutan.
Penguatan sistem penjaminan mutu diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta memperkuat posisi UBMG sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter dan memengglobal di tingkat regional maupun nasional. (hms)