Awali Aktivitas Pasca Idul Fitri 1447 H, Kampus UBMG Konsolidasikan Sinergi, Produktivitas, dan Komitmen Peningkatan Mutu Akademik

22 April 2026 Akademik
Awali Aktivitas Pasca Idul Fitri 1447 H, Kampus UBMG Konsolidasikan  Sinergi, Produktivitas, dan Komitmen Peningkatan Mutu Akademik

Kampus UBMG – Mengawali kembali aktivitas akademik setelah masa cuti bersama Idul Fitri 1447 H, Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang diikuti oleh seluruh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan pada Senin (30/3/2026) di Aula Kampus UBMG.

Rakor ini menjadi momentum penting bagi seluruh Sivitas Akademika untuk memperkuat sinergi kelembagaan, menyatukan kembali semangat kerja, serta melakukan penyelarasan program kerja di berbagai unit dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan, tata kelola institusi, serta pencapaian target strategis kampus.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Rektor UBMG, jajaran Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan Fakultas, Ketua Program Studi (Prodi), dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Bina Mandiri Gorontalo.

Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Azis Rachman, MM dalam arahannya menyampaikan pentingnya menjaga rasa syukur serta memperkuat semangat kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun institusi pendidikan yang kuat dan berdaya saing.

Perlu untuk terus menumbuhkan rasa syukur atas segala yang ada saat ini secara pribadi kita masing-masing maupun secara institusi, atas pencapaian yang telah diraih. 

UBMG dapat berkembang hingga saat ini karena adanya kebersamaan, pengorbanan, serta komitmen dari seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan panjang institusi ini,” ujar Dr. Azis.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Azis juga mengingatkan seluruh Sivitas Akademika agar mampu membaca dinamika global yang saat ini tengah mengalami berbagai gejolak, khususnya dalam konteks geopolitik internasional yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi nasional.

Menurutnya, perguruan tinggi sebagai institusi yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia perlu memiliki kesiapan menghadapi berbagai perubahan tersebut.

Kondisi geopolitik global saat ini cukup dinamis dan dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi nasional. 

"Kita perlu bersikap bijak dan mulai melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti budaya efisiensi dan pengelolaan sumber daya yang lebih optimal,” jelas Dr. Azis.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian institusi, Dr. Azis juga mendorong pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki oleh yayasan, termasuk lahan seluas kurang lebih tiga hektar yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman produktif sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan.

“Saya mendorong agar lahan yang dimiliki yayasan dapat dimanfaatkan secara produktif, misalnya dengan menanam umbi-umbian dan pisang. Hal ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi bentuk edukasi mengenai pentingnya ketahanan pangan,” tambahnya.

Selain aspek kelembagaan dan ekonomi, Dr. Azis juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan civitas akademika, termasuk dengan membiasakan ibadah sunnah seperti puasa Senin dan Kamis sebagai bagian dari pembentukan karakter yang disiplin dan berintegritas.

“Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual sangat penting. Saya juga mengajak kita semua untuk membiasakan ibadah sunnah, karena dari sanalah lahir pribadi yang lebih disiplin, sabar, dan memiliki integritas dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

Dalam arahannya, Dr. Azis juga berbagi kisah mengenai perjalanan panjang berdirinya Universitas Bina Mandiri Gorontalo yang penuh dengan perjuangan sejak awal pendiriannya pada tahun 2003.

Ia menjelaskan bahwa UBMG berawal dari Akademi Sekretari dan Manajemen Indonesia (ASMI) Boalemo, kemudian berkembang menjadi STIM Boalemo, selanjutnya STIM Gorontalo, hingga akhirnya melalui proses pengembangan dan penggabungan dengan STIKES, lahirlah Universitas Bina Mandiri Gorontalo pad atahun 2019 sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang hingga saat ini. 

Perjalanan mendirikan kampus ini penuh dengan tantangan dan pengorbanan. Karena itu saya berharap seluruh Sivitas Akademika dapat menjaga amanah ini dengan terus bekerja secara profesional dan penuh dedikasi untuk membesarkan UBMG,” terang Dr. Azis. 

Sementara itu, Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, dalam arahannya menyampaikan bahwa momentum kembali bekerja setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan diharapkan dapat menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika dalam meningkatkan kualitas kinerja.

“Setelah menjalani ibadah Ramadan dan memperbanyak silaturahmi bersama keluarga, kita kembali memulai aktivitas dalam keadaan fitri. Semoga momentum ini menjadi semangat baru untuk bekerja lebih baik, lebih produktif, dan lebih berdampak,” ujar Rektor Titin.

Rektor Titin juga menegaskan bahwa seluruh unit kerja di lingkungan UBMG perlu tetap fokus pada capaian prioritas akademik, khususnya terkait percepatan penyelesaian studi mahasiswa yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan studi akhir.

“Saya berharap para Ketua Program Studi dapat melakukan pendataan dan validasi kembali mahasiswa yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan studi akhir, sehingga proses akademik dapat berjalan lebih efektif dan terukur,” jelasnya.

Rektor Titin juga menekankan pentingnya penguatan sistem penjaminan mutu internal melalui optimalisasi pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Mutu Akademik dan Zona Integritas (Simazis) sebagai instrumen pengendalian mutu akademik di lingkungan kampus.

“Sistem penjaminan mutu harus berjalan secara konsisten. Melalui aplikasi Simazis, kita dapat memantau dan mengevaluasi berbagai indikator mutu secara lebih sistematis,” tegas Rektor Titin.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tinggi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh perguruan tinggi.

“Dosen dan tenaga kependidikan merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, profesionalisme, integritas, serta komitmen terhadap pelayanan akademik harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ungkapnya.

Rektor Titin juga mengajak seluruh civitas akademika untuk membangun budaya pelayanan yang ramah dan humanis kepada mahasiswa, salah satunya melalui penerapan budaya Senyum, Salam, dan Sapa dalam interaksi sehari-hari di lingkungan kampus.

“Budaya Senyum, Salam, dan Sapa merupakan bagian dari pembentukan karakter institusi. Hal-hal sederhana seperti ini akan menciptakan suasana akademik yang nyaman dan kondusif bagi mahasiswa dan masyarakat di kampus UBMG,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rektor Titin menekankan pentingnya penyelarasan program kerja antar unit di lingkungan UBMG agar setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki target yang jelas dan dapat diukur secara objektif.

“Setiap unit kerja harus memiliki perencanaan yang matang, target yang terukur, serta timeline pelaksanaan yang jelas. Dengan begitu, kita dapat memastikan bahwa setiap program memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan institusi,” jelasnya.

Ia juga mendorong penguatan implementasi Program Kampus Berdampak, yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat.

“Program Kampus Berdampak harus terus kita dorong karena ini menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan reputasi akademik serta mendukung proses akreditasi program studi,” tambah Rektor Titin.

Ia juga menekankan pentingnya membangun koordinasi dan kolaborasi yang kuat antar unit kerja di lingkungan kampus.

“Kita perlu menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik antar unit. Kampus ini akan maju jika seluruh elemen memiliki rasa memiliki yang sama terhadap institusi,” ujarnya.

Menurutnya, Kampus UBMG merupakan institusi pendidikan yang bersifat nirlaba dengan misi utama mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Kampus UBMG hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kita harus memandang pekerjaan kita bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai bentuk pengabdian dan ladang amal jariyah,” terang Rektor Titin. 

Ia juga menegaskan bahwa dosen dan tenaga ke pendidikan merupakan representasi langsung citra institusi di mata mahasiswa dan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan kepada mahasiswa harus terus kita tingkatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap kampus UBMG semakin baik. 

Menutup arahannya, Rektor Titin berharap seluruh Sivitas Akademika dapat terus meningkatkan produktivitas kerja, memperkuat kolaborasi antar unit, serta bersama-sama mendukung upaya peningkatan minat mahasiswa baru sebagai bagian dari pengembangan institusi.

“Saya berharap setelah Rakor ini, semangat kerja kita semakin meningkat. Mari kita bersama-sama membangun UBMG menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, mengglobal dan semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat,” tutup Rektor Titin.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis bagi Kampus UBMG untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola institusi, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah dan tingkat nasional.

Dengan semangat kolaborasi, profesionalisme, serta dedikasi seluruh Sivitas Akademika, Kampus UBMG terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang Unggul, Berkarakter, Mengglobal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)