Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menorehkan capaian strategis dalam penguatan internasionalisasi perguruan tinggi melalui apel kerja yang dirangkaikan dengan seremoni penerimaan kembali Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A yang telah menyelesaikan program Post Doctoral Visiting Fellow (Inbound) selama satu tahun di Japan Institute of International Affairs (JIIA), Jepang.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di lingkungan Kampus UBMG tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) Dr. Azis Rachman, MM, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, para pimpinan Universitas, Dekan, Ketua Program Studi (Prodi), Dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan UBMG.
Momentum ini menjadi tonggak penting bagi UBMG dalam memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang terus bergerak menuju kampus berdaya saing global melalui pengembangan sumber daya manusia, penguatan jejaring internasional, serta peningkatan kualitas riset dan kolaborasi akademik lintas negara.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Azis Rachman, MM, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Dr. Ayu menyelesaikan program post doktoral di salah satu lembaga kajian internasional paling bergengsi di Jepang.
Keberhasilan ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
"Ini bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga prestasi institusi yang menunjukkan bahwa UBMG mampu menghadirkan sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat internasional. Pengalaman, jejaring, dan kolaborasi yang dibangun selama di Jepang akan menjadi aset penting bagi pengembangan kampus ke depan,” ujar Dr. Azis.
Menurutnya, kiprah Dr. Ayu selama menjalankan program di Jepang turut memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan Prodi Hubungan Internasional, khususnya dalam membangun jejaring akademik, diplomasi pendidikan, serta mendukung peningkatan mutu dan reputasi Prodi.
Selama ini Dr. Ayu sangat aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan KBRI, perguruan tinggi di Jepang, Japan Foundation, serta berbagai institusi internasional lainnya.
"Kehadiran kembali beliau di kampus diharapkan semakin memperkuat soliditas program internasionalisasi UBMG dan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan visi kampus yang mengglobal,” tambahnya.
Dr. Azis menegaskan bahwa Yayasan akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program internasional yang mampu meningkatkan reputasi dan daya saing UBMG, baik melalui kerja sama akademik, penelitian kolaboratif, maupun akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional.
Sementara itu, Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, menyampaikan bahwa kepulangan Dr. Ayu merupakan momentum strategis untuk mempercepat implementasi agenda internasionalisasi yang telah menjadi salah satu fokus utama pengembangan Kampus UBMG.
“Atas nama pimpinan Universitas, kami menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas keberhasilan Dr. Ayu Anastasya Rachman menyelesaikan program Post Doctoral Visiting Fellow di Jepang. Capaian ini menunjukkan bahwa dosen dan akademisi UBMG memiliki kapasitas untuk berkiprah, berkolaborasi, dan menghasilkan kontribusi akademik pada tingkat internasional,” ungkap Rektor Titin.
Menurutnya, pengalaman akademik yang diperoleh selama berada di Jepang akan memberikan dampak positif terhadap penguatan budaya akademik, peningkatan kualitas riset, serta pengembangan kemitraan strategis yang lebih luas bagi UBMG.
Kehadiran kembali Dr. Ayu akan semakin memperkuat peran Kantor Urusan Internasional sebagai pusat koordinasi program internasionalisasi kampus.
"Berbagai jejaring yang telah dibangun selama berada di Jepang diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata, seperti kolaborasi riset internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, visiting professor, publikasi ilmiah bereputasi, serta akses terhadap hibah-hibah internasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor Titin menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan bagian penting dari transformasi UBMG menuju perguruan tinggi unggul yang mampu bersaing di era global.
Internasionalisasi bukan hanya tentang menjalin kerja sama dengan luar negeri, tetapi bagaimana menghadirkan budaya akademik global yang mampu meningkatkan kualitas lulusan, dosen, dan institusi.
"Kami ingin semakin banyak dosen UBMG yang terlibat dalam penelitian kolaboratif internasional, memperoleh hibah luar negeri, melakukan publikasi pada jurnal bereputasi, serta aktif dalam forum akademik dunia. Kehadiran kembali Dr. Ayu menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan memperluas jejaring global,” tegas Rektor Titin.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Ketua Yayasan, Rektor, pimpinan Universitas, serta seluruh sivitas akademika UBMG yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalani program post doktoral di Jepang.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang luar biasa dari Yayasan, Rektor, pimpinan Universitas, dan seluruh sivitas akademika UBMG. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas akademik, dan memperluas jejaring internasional yang dapat memberikan manfaat bagi kampus,” ujarnya.
Dr. Ayu menjelaskan bahwa Japan Institute of International Affairs (JIIA) merupakan salah satu lembaga kajian strategis dan penelitian internasional terkemuka di Jepang yang berperan sebagai think tank dalam berbagai isu hubungan internasional, diplomasi, keamanan, dan kebijakan publik global. Lembaga tersebut dipimpin oleh tokoh-tokoh berpengalaman, termasuk mantan Menteri Luar Negeri Jepang serta para diplomat senior dari berbagai negara.
Selama mengikuti program tersebut, Dr. Ayu aktif membangun kolaborasi akademik dan riset internasional, termasuk menjalin komunikasi dengan berbagai universitas, lembaga penelitian, serta pemangku kepentingan strategis di Jepang dan kawasan Asia Pasifik.
Program ini memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga. Selain mendukung peningkatan jabatan fungsional dan produktivitas publikasi ilmiah.
"Saya memperoleh kesempatan untuk membangun jejaring riset internasional yang sangat luas. Bahkan selama menjalani program post doktoral, saya berkesempatan menyampaikan kuliah umum di 13 universitas di Jepang sekaligus memperkenalkan Universitas Bina Mandiri Gorontalo kepada komunitas akademik internasional,” jelas Dr. Ayu.
Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai jejaring yang berhasil dibangun selama di Jepang telah membuka peluang kolaborasi lintas negara, termasuk kesempatan memperoleh hibah internasional pada tahun 2026.
Ia menjelaskan telah menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis yang berpotensi menghasilkan program penelitian kolaboratif dan hibah internasional. Bahkan terdapat komunikasi yang positif dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia terkait peluang program hibah internasional yang berafiliasi dengan forum kerja sama ekonomi Asia Pasifik (APEC).
"Beberapa peluang ini menjadi langkah awal bagi Kampus UBMG untuk mengakses lebih banyak program internasional di masa mendatang,” ungkapnya.
Menurut Dr. Ayu, peluang tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh sivitas akademika UBMG melalui peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi dosen-dosen UBMG untuk terus meningkatkan kompetensi, produktivitas penelitian, publikasi internasional, dan jabatan fungsional akademik. Di era global saat ini, kemampuan membangun kolaborasi internasional menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi,” tuturnya.
Kepulangan Dr. Ayu ke Kampus UBMG menjadi simbol keberhasilan UBMG dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan global. Pengalaman internasional yang diperoleh selama satu tahun di Jepang diharapkan mampu mempercepat transformasi UBMG menuju perguruan tinggi yang semakin unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan kerja sama internasional.
Melalui penguatan jejaring global, kolaborasi riset internasional, peningkatan kapasitas dosen, serta pengembangan program akademik berstandar internasional, Kampus UBMG terus meneguhkan komitmennya sebagai kampus yang melahirkan generasi unggul, berkarakter dan berdaya saing global. (hms)