Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional yang mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan kebutuhan dunia nyata. Melalui program Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI), mahasiswa dari kelompok Hubungan Internasional (HI), Manajemen, dan Pendidikan Khusus mengikuti “AI-Assisted Human Decision Making in Mixed Reality Workshop” pada Selasa (18/8/2026).
Workshop ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat perkembangan Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, dan teknologi Mixed Reality serta penerapannya dalam mendukung proses pengambilan keputusan. Kegiatan tersebut sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai bagaimana teknologi cerdas dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai kebutuhan di bidang kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah “Smart Scan”, sebuah aplikasi yang digunakan untuk menghitung kadar kolesterol dan tekanan darah. Pengenalan teknologi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai inovasi digital yang terus berkembang dan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pemantauan kondisi kesehatan.
Selain pengenalan teknologi, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktik dasar AI dan Machine Learning menggunakan Google Colab. Pembelajaran diarahkan pada penerapan teknologi tersebut untuk memprediksi tingkat risiko pasien dengue berdasarkan sejumlah data.
Mahasiswa diperkenalkan pada konsep dataset, feature, dan target dalam proses pengembangan model. Beberapa data yang digunakan sebagai feature meliputi demam, muntah, nyeri perut, ruam, phase angle, dan resistance, sementara target prediksi dibagi menjadi high risk (1) dan lower risk (0).
Untuk mendukung proses pembelajaran, mahasiswa mempelajari sejumlah library Python, di antaranya NumPy, Pandas, Scikit-learn, dan TensorFlow. Mereka juga diperkenalkan pada cara kerja Neural Network dalam mengenali pola data melalui beberapa layer hingga menghasilkan prediksi.
Proses pembelajaran tidak berhenti pada pembuatan model. Mahasiswa juga mempraktikkan tahapan training dan testing serta melakukan evaluasi terhadap performa model melalui grafik training-validation dan confusion matrix. Tahapan tersebut membantu mahasiswa memahami bagaimana suatu model AI diuji untuk mengetahui kemampuannya dalam melakukan klasifikasi dan prediksi.
Menariknya, pembelajaran ini tidak hanya relevan bagi mahasiswa yang berasal dari bidang teknologi. Kehadiran mahasiswa dari kelompok HI, Manajemen, dan Pendidikan Khusus menunjukkan bahwa perkembangan AI memiliki keterkaitan lintas disiplin. Mahasiswa diajak memahami teknologi bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari perspektif penerapan, pengambilan keputusan, pengelolaan, serta dampaknya terhadap berbagai bidang kehidupan.
Melalui kegiatan ini, KKMI Internasional UBMG menjadi lebih dari sekadar aktivitas akademik di luar kampus. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, beradaptasi, berkolaborasi, dan mengeksplorasi teknologi global yang berkembang semakin pesat.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa UBMG agar memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh teknologi kecerdasan buatan.
Konsistensi UBMG dalam menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi dan pengalaman internasional menjadi bagian dari komitmen kampus untuk membangun generasi yang mampu beradaptasi dengan tantangan masa depan. Langkah ini sekaligus memperkuat positioning UBMG sebagai perguruan tinggi yang mendorong inovasi, kolaborasi, dan internasionalisasi pendidikan, sejalan dengan visi UBMG: Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal. (Hms)