Kampus UBMG — Program Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menghadirkan pengalaman belajar yang memperluas wawasan mahasiswa di tingkat internasional. Peserta KKMI berkesempatan mengunjungi National Science Centre di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengeksplorasi sains dan teknologi melalui pembelajaran secara langsung, Rabu (19/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKMI yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas. Di National Science Centre, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai konsep ilmu pengetahuan melalui pameran interaktif, teknologi, eksperimen, koleksi ilmiah, serta berbagai peragaan edukatif yang dikemas menarik.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat mengamati dan berinteraksi langsung dengan berbagai fenomena sains. Pendekatan pembelajaran yang interaktif membuat peserta lebih mudah memahami keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kehidupan sehari-hari.
Antusiasme terlihat dari peserta yang aktif mengeksplorasi berbagai fasilitas dan wahana edukatif yang tersedia. Bagi mahasiswa, kunjungan ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus mendorong rasa ingin tahu dan semangat untuk terus belajar.
“Bagi saya dan teman-teman, kunjungan ke tempat seperti ini sangat menarik. Kami bisa belajar sains secara langsung melalui pameran, eksperimen, dan teknologi interaktif. Di Gorontalo sendiri masih sangat jarang, bahkan mungkin belum ada galeri sains seperti ini, sehingga pengalaman ini benar-benar memberikan wawasan baru bagi kami,” ujar salah seorang mahasiswa peserta KKMI.
Menurutnya, keberadaan pusat pembelajaran sains seperti National Science Centre dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan ruang edukasi sains di daerah.
“Saya berharap Gorontalo juga bisa memiliki tempat belajar seperti galeri ini agar anak-anak penerus bangsa bisa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran sains yang lebih interaktif, tidak hanya di sekolah,” tambahnya.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pembelajaran dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung, eksplorasi, dan interaksi dengan lingkungan edukatif. Bagi peserta KKMI, pengalaman ini tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun perspektif baru mengenai pentingnya sains dan teknologi dalam kehidupan.
Bagi UBMG, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berwawasan global. Melalui KKMI, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar dari lingkungan internasional, mengenal praktik pendidikan dan teknologi di negara lain, sekaligus membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan kampus dan masyarakat di Gorontalo.
Pengalaman belajar di National Science Centre diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian mahasiswa untuk melihat perkembangan ilmu pengetahuan dari perspektif yang lebih luas.
Dengan menghadirkan pengalaman akademik lintas negara, UBMG terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi generasi yang mampu beradaptasi dan berkontribusi di tengah perkembangan sains dan teknologi global.
Universitas Bina Mandiri Gorontalo — Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal. (Hms)