Perkuat Standar Riset dan Publikasi Internasional, UBMG Gelar Research Plan Presentation Mahasiswa Magister Manajemen

6 September 2026 Akademik
Perkuat Standar Riset dan Publikasi Internasional, UBMG Gelar Research Plan Presentation Mahasiswa Magister Manajemen
Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang berorientasi global. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Research Plan Presentation International Student in Master’s by Research Program, yang menjadi bagian penting dalam proses akademik mahasiswa internasional Program Magister Manajemen UBMG.
 
 
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) tersebut menjadi forum akademik bagi mahasiswa internasional UBMG untuk mempresentasikan rancangan penelitian sekaligus memperoleh masukan dari para akademisi dan pengelola program studi. Forum ini juga menjadi langkah awal untuk memastikan penelitian yang dilakukan memiliki arah yang kuat, relevan, serta memenuhi standar akademik dan publikasi yang ditetapkan UBMG.
 
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, S.IP., M.A., Direktur Pascasarjana UBMG, Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si., Kepala Program Studi Magister Manajemen UBMG, Dr. Sudarsono, MM., Dekan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Darman, M.Si., serta staf KUI UBMG, Siti Afrianty H. Kundji, M.Pd., yang bertindak sebagai moderator. Kegiatan turut diikuti Dr. Ikram Muhamad, M.Si. secara daring melalui Zoom dan mahasiswa internasional Program Magister Manajemen, Mr. Adeel Anwar, asal Pakistan.
 
 
Dalam kesempatan tersebut, Adeel Anwar mempresentasikan rancangan penelitian mengenai manajemen laboratorium dan sumber-sumber pembelajaran serta hubungannya dengan student outcomes atau capaian mahasiswa. Rancangan awal penelitian diarahkan pada lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan di UBMG.    
 
 
Dalam sesi diskusi, panel memberikan sejumlah masukan untuk memperkuat cakupan dan relevansi penelitian. Salah satu alternatif yang disarankan adalah memperluas objek penelitian dengan melakukan perbandingan antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di Indonesia. Alternatif lainnya adalah memperluas cakupan penelitian pada tingkat nasional dengan menjadikan mahasiswa bidang kesehatan di Indonesia sebagai populasi penelitian, sehingga kajian tidak terbatas pada satu institusi tertentu.
 
 
Selain cakupan penelitian, panel juga memberikan catatan terhadap penyempurnaan hipotesis agar lebih konsisten dengan judul, variabel, serta arah penelitian yang nantinya ditetapkan
 
.
Kepala KUI UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, S.IP., M.A., menekankan bahwa program Master’s by Research tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga memiliki target luaran berupa publikasi ilmiah internasional.
 
 
Menurutnya, publikasi internasional membutuhkan proses yang tidak singkat, mulai dari penulisan artikel, pemilihan jurnal, proses submission, review, revisi, hingga artikel dinyatakan terbit. Dengan masa studi selama dua tahun, mahasiswa perlu memiliki strategi publikasi sejak awal.
 
 
“Karena masa studi Master by Research ini hanya dua tahun, mahasiswa perlu mulai memetakan jurnal yang menjadi target publikasi sejak awal. Hal tersebut nantinya dapat didiskusikan bersama supervisor agar proses riset dan publikasi dapat berjalan secara terarah,” ujar Dr. Ayu.
 
 
Sementara itu, Kepala Program Studi Magister Manajemen UBMG, Dr. Sudarsono, MM., menegaskan bahwa rancangan penelitian mahasiswa internasional tetap harus memenuhi standar akademik yang berlaku di Program Magister Manajemen UBMG.
 
 
Ia menjelaskan, Research Plan Presentation merupakan bagian dari proses akademik bagi mahasiswa yang menempuh program Magister Manajemen berbasis riset. Melalui forum tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menguji sekaligus menyempurnakan rancangan penelitian sebelum memasuki tahapan penelitian berikutnya.
 
 
“Yang pertama terkait dengan variabel yang digunakan. Adeel Anwar menggunakan metode kuantitatif, namun variabel yang digunakan baru dua. Sementara itu, standar di S2 Manajemen mensyaratkan minimal tiga variabel. Karena itu, variabel penelitian perlu dikembangkan agar memenuhi standar akademik yang telah ditetapkan,” jelas Dr. Sudarsono.
 
 
Selain variabel penelitian, aspek publikasi menjadi perhatian utama. Dr. Sudarsono mengingatkan bahwa publikasi merupakan bagian penting dalam penyelesaian studi mahasiswa Magister Manajemen berbasis riset.
 
 
“Publikasi itu 15 SKS, sehingga harus dipersiapkan dari sekarang. Jangan sampai masa studi dua tahun berlalu sementara publikasi belum selesai. Kami tidak menerima LoA sebagai pengganti publikasi. Setelah artikel dipublikasikan, barulah yang bersangkutan dapat disarankan untuk mengikuti yudisium,” tegasnya.
 
 
Ia juga menjelaskan bahwa target publikasi mahasiswa diarahkan pada jurnal bereputasi internasional, khususnya jurnal yang berada pada kuartil Q1, Q2, atau Q3, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas luaran akademik mahasiswa program Magister Manajemen UBMG.
 
 
Lebih dari sekadar tahapan akademik, keberadaan mahasiswa internasional dan pelaksanaan riset dengan orientasi publikasi global dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan UBMG menuju kampus yang semakin mendunia.
Dr. Sudarsono berharap kehadiran mahasiswa internasional dapat memberikan manfaat timbal balik, baik bagi mahasiswa maupun bagi institusi. Kolaborasi riset yang melibatkan mahasiswa dan dosen UBMG diharapkan dapat membuka peluang pengembangan penelitian nasional yang memiliki perspektif dan jejaring internasional.
 
 
“Semoga dengan adanya mahasiswa internasional ini dapat mengangkat citra UBMG dan menjadi bagian dari proses perjalanan UBMG menjadi kampus yang mengglobal. Melalui riset ini, mudah-mudahan dapat dikolaborasikan riset nasional dengan riset internasional. Jadi, bukan hanya mahasiswa yang mendapatkan benefit, tetapi juga kampus melalui dosen-dosen yang terlibat dalam penelitian internasional,” harapnya.
 
 
Pelaksanaan Research Plan Presentation International Student in Master’s by Research Program sekaligus menunjukkan keseriusan UBMG dalam membangun budaya akademik yang tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Penguatan riset, pendampingan akademik, orientasi publikasi bereputasi, serta keterlibatan mahasiswa dari berbagai negara menjadi bagian dari strategi UBMG dalam memperluas jejaring dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang berdaya saing global.
 
 
Melalui kehadiran mahasiswa internasional seperti Adeel Anwar dari Pakistan, UBMG terus membuka ruang bagi terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif lintas negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar UBMG untuk memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, berorientasi riset, dan semakin terhubung dengan ekosistem pendidikan tinggi global. (Hms)
Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)