Kampus UBMG - Universitas Bina Mandiri Gorontalo terus memperkuat budaya akademik berbasis integritas, riset, dan inovasi melalui pelaksanaan Ujian Seminar Proposal Skripsi mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), yang berlangsung pada Kamis 21 Mei 2026 di Ruang Ujian 1A Kampus UBMG.
Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan akademik strategis dalam proses penyelesaian studi mahasiswa, sekaligus ruang ilmiah untuk menguji kesiapan penelitian, kemampuan analisis, ketajaman berpikir kritis, serta integritas akademik mahasiswa dalam menyusun dan mempertahankan proposal penelitian secara objektif dan bertanggung jawab.
Hadir dalam kegiatan ini, Plt. Rektor Rizal, M.Si, Dekan FSTIK, Adnan Malaha, M.Si, Ketua Prodi S1 Farmasi, Sucia Pratiwi Tampoy, M.Farm, dan Tim Penguji.
Pelaksanaan seminar proposal berlangsung dalam suasana akademik yang aktif, dinamis, dan penuh semangat ilmiah.
Setiap peserta mempresentasikan rancangan penelitian di hadapan tim penguji dengan mengedepankan argumentasi ilmiah, ketepatan metodologi, serta relevansi penelitian terhadap perkembangan ilmu kefarmasian dan kebutuhan masyarakat.
Plt. Rektor UBMG, Rizal, M.Si dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar proposal merupakan proses penting dalam membangun karakter akademik mahasiswa yang menjunjung tinggi integritas, etika penelitian, dan tanggung jawab keilmuan.
“Mahasiswa yang hari ini mengikuti seminar proposal telah menunjukkan proses perjuangan akademik yang tidak mudah. Dibutuhkan kedisiplinan, komitmen belajar, dan integritas untuk dapat mencapai tahap ini. Karena itu, saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta ujian seminar proposal,” ujar Plt Rektor Rizal, M.Si.
Ia menekankan bahwa penelitian yang berkualitas harus dibangun di atas prinsip kejujuran ilmiah dan kemampuan akademik yang kuat.
“Integritas akademik menjadi pondasi utama dalam setiap penelitian. Mahasiswa harus mampu menyusun penelitian secara orisinal, menghindari plagiarisme, menjunjung etika penelitian, serta mempertanggungjawabkan setiap data dan metode yang digunakan. Inilah yang menjadi nilai penting dalam proses seminar proposal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Plt Rektor Rizal mengingatkan mahasiswa agar menjadikan masukan dari tim penguji sebagai bagian dari proses pembelajaran ilmiah untuk meningkatkan kualitas penelitian.
Setiap pertanyaan dari tim penguji bukan untuk menjatuhkan mahasiswa, tetapi untuk memperkuat proposal penelitian agar lebih matang, terarah, dan memiliki kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
"Saya berharap seluruh mahasiswa mampu memanfaatkan proses ini sebagai momentum meningkatkan kualitas akademik dan kapasitas intelektual,” tambah Plt Rektor Rizal, M.Si.
Sementara itu, Dekan FSTIK UBMG, Adnan Malaha, M.Si menyampaikan seminar proposal merupakan bagian dari komitmen Fakultas dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas moral dan akademik yang kuat.
Menurutnya, mahasiswa tingkat akhir harus memahami bahwa penelitian ilmiah bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan bentuk kontribusi nyata akademisi muda terhadap pengembangan ilmu dan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
“Proposal penelitian yang dipresentasikan mahasiswa hari ini merupakan hasil dari proses belajar panjang yang membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan tanggung jawab ilmiah. Karena itu, mahasiswa harus mampu mempertahankan gagasan penelitiannya dengan argumentasi akademik yang kuat dan berdasarkan referensi ilmiah yang valid,” jelas Dekan Adnan Malaha.
Ia juga menambahkan bahwa proses seminar proposal menjadi media evaluasi akademik untuk memastikan kualitas penelitian mahasiswa sebelum memasuki tahap penelitian lapangan.
Tim penguji memiliki tanggung jawab akademik untuk memberikan kritik konstruktif, saran, dan evaluasi terhadap proposal mahasiswa.
"Hal ini penting agar penelitian yang dilakukan nantinya benar-benar memenuhi standar metodologi ilmiah, memiliki nilai kebaruan, dan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu farmasi maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Selain itu, Dekan Adnan turut mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga semangat dan konsistensi dalam menyelesaikan tahapan studi akhir secara profesional.
“Kami berharap mahasiswa dapat menjaga etika akademik, disiplin dalam menyelesaikan revisi, serta fokus menyelesaikan penelitian tepat waktu. UBMG terus mendorong lahirnya lulusan yang profesional, adaptif, dan memiliki karakter akademik yang kuat,” tambahnya.
Pelaksanaan seminar proposal ini juga mencerminkan komitmen UBMG dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul dan berorientasi pada penguatan riset.
Melalui proses akademik yang terstruktur dan berkualitas, UBMG terus menghadirkan lulusan yang mampu bersaing, inovatif, serta memiliki kompetensi ilmiah sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Adapun 9 mahasiswa peserta ujian seminar proposal Program Studi S1 Farmasi FSTIK UBMG, yakni: Novita Sari Nadjamudin, Moh. Risqi, Nur Afni Lakoro, Syakillah Putri Lihawa, Nur Sakinah, Yusri Agustian Lamanasa, Falina Jumiati Umar, Anggun Fitriyana Rahayu, dan Nur Fadhilah Husin.
Melalui pelaksanaan seminar proposal ini, Kampus UBMG terus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang konsisten membangun budaya akademik berkualitas, memperkuat integritas penelitian, dan mencetak generasi akademisi muda yang unggul, berkarakter, dan mengglobal serta berkontribusi bagi pembangunan kesehatan dan kemajuan daerah. (hms)