SMK Bina Mandiri Boalemo kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Boalemo, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMK Bina Mandiri Boalemo tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi edukasi kebencanaan serta simulasi mitigasi kebakaran yang melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, dan petugas Damkar secara langsung. Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan berbasis keselamatan, karakter, dan pengembangan kecakapan hidup (life skill) yang relevan dengan tantangan dunia modern.
Kerja sama strategis ini tidak hanya berfokus pada aspek penanganan kebakaran semata, tetapi juga menjadi bentuk implementasi pendidikan kolaboratif antara dunia pendidikan dan instansi teknis pemerintah dalam membangun budaya sadar risiko (risk awareness culture) di lingkungan sekolah.
Melalui sinergi tersebut, SMK Bina Mandiri Boalemo ingin menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik dan kompetensi kejuruan, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang disiplin, tanggap, peduli lingkungan, dan siap menghadapi situasi darurat secara terukur dan profesional.
Kepala SMK Bina Mandiri Boalemo, Yuriko B. Ishak, S.Pd, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran kontekstual yang terus dikembangkan sekolah.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan kehidupan nyata. Siswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga kemampuan problem solving, kepedulian sosial, komunikasi, dan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana. Ini merupakan bagian penting dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Damkar Kabupaten Boalemo menjadi langkah nyata sekolah dalam memperluas jejaring kemitraan institusional demi mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik lapangan.
“Sinergi ini menjadi ruang pembelajaran kolaboratif antara sekolah dan instansi teknis pemerintah. Kami percaya bahwa pendidikan yang maju harus mampu membuka ruang kolaborasi lintas sektor agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif dan membangun karakter kepemimpinan serta tanggung jawab sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Kabupaten Boalemo, Erfin P.I.H. Susanto, S.Pd, menjelaskan bahwa dunia pendidikan memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai mitigasi bencana sejak dini kepada generasi muda.
“Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai keselamatan dan mitigasi bencana di lingkungan pendidikan. Kami melihat SMK Bina Mandiri Boalemo memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk siswa yang memiliki kesiapan mental dan keterampilan praktis dalam menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan edukatif seperti ini sangat efektif dalam membangun budaya keselamatan berbasis partisipasi aktif siswa dan tenaga pendidik.
“Mitigasi bencana tidak cukup hanya dipahami secara teori. Karena itu, kami menghadirkan praktik langsung agar siswa mampu memahami prosedur keselamatan dengan benar dan memiliki keberanian bertindak secara tepat saat menghadapi situasi kebakaran,” tambahnya.
Setelah prosesi penandatanganan kerja sama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis mengenai faktor-faktor penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan dini, teknik mendeteksi kebocoran gas, hingga pengenalan jenis-jenis alat pemadam kebakaran.
Para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai standar keselamatan dasar di lingkungan sekolah serta pentingnya membangun budaya disiplin terhadap penggunaan instalasi listrik, bahan mudah terbakar, dan peralatan laboratorium.
Suasana kegiatan semakin menarik ketika para siswa dan guru diberikan kesempatan mempraktikkan langsung teknik pemadaman api menggunakan dua metode, yakni metode tradisional menggunakan kain atau karung goni basah untuk memutus suplai oksigen pada titik api, serta metode modern menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep).
Kegiatan simulasi berlangsung edukatif, interaktif, dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti instruksi petugas Damkar serta menunjukkan keberanian dan kesiapan dalam melakukan praktik pemadaman api secara langsung di bawah pengawasan instruktur profesional.
Tidak hanya menjadi media pembelajaran praktis, simulasi tersebut juga menjadi sarana penguatan soft skill siswa, seperti kerja sama tim, komunikasi efektif, ketelitian, ketanggapan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat.
Kerja sama ini direncanakan menjadi program berkelanjutan yang akan dilaksanakan secara berkala. Selain pelatihan rutin bagi siswa baru setiap tahunnya, Dinas Damkar Kabupaten Boalemo juga akan mendampingi pihak sekolah dalam melakukan audit dan evaluasi sistem proteksi kebakaran di lingkungan sekolah, termasuk pemeriksaan sarana keselamatan, ketersediaan APAR, jalur evakuasi, serta standar keamanan ruang praktik dan laboratorium.
Melalui kolaborasi akademik dan kelembagaan ini, SMK Bina Mandiri Boalemo semakin mempertegas eksistensinya sebagai sekolah vokasi yang progresif, unggul, dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten di bidang keahlian, tetapi juga memiliki karakter tangguh, adaptif, dan peduli terhadap keselamatan masyarakat.
Sinergi antara SMK Bina Mandiri Boalemo dan Dinas Damkar Kabupaten Boalemo diharapkan mampu menjadi model penguatan pendidikan berbasis kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan “Sekolah Aman Bencana” sekaligus mencetak generasi muda yang cerdas, sigap, humanis, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (Hms)