UBMG Perkuat Budaya Akademik dan Riset melalui Ujian Seminar Proposal Tesis S2 Manajemen, Siap Cetak Magister Unggul Berbasis Inovasi

22 Juni 2026 Akademik
UBMG Perkuat Budaya Akademik dan Riset melalui Ujian Seminar Proposal Tesis S2 Manajemen, Siap Cetak Magister Unggul Berbasis Inovasi

Kampus UBMG - Program Pascasarjana (PPs) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem akademik berbasis riset dan inovasi melalui pelaksanaan Pembukaan Ujian Seminar Proposal Tesis Gelombang II Mahasiswa Program Studi (Prodi) S2 Manajemen Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung pada Sabtu (16/5/2026) di Aula PPs UBMG lantai 3.

Kegiatan ilmiah tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Azis Rachman, MM, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, Direktur PPs UBMG Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si, Guru Besar Tetap UBMG Prof. Dr. Akmal Umar, M.Si, Ketua Prodi S2 Manajemen, serta tim penguji. Sebanyak tujuh mahasiswa mengikuti seminar proposal tesis pada gelombang kedua ini.

Pelaksanaan seminar proposal tesis tersebut menjadi momentum strategis bagi PPs UBMG dalam memperkuat budaya riset ilmiah yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, pemecahan masalah di masyarakat, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif.

Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, menegaskan bahwa penguatan budaya riset menjadi salah satu fokus utama UBMG dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan daya saing lulusan di tingkat regional maupun nasional.

“Perguruan Tinggi saat ini dituntut bukan hanya menghasilkan lulusan, tetapi melahirkan insan akademik yang mampu menghasilkan karya ilmiah, inovasi, dan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, budaya riset harus terus ditanamkan sejak awal proses akademik,” ujar Rektor Titin.

Menurutnya, ujian seminar proposal menjadi wadah penting untuk mengukur kesiapan mahasiswa dalam mempertanggungjawabkan rancangan penelitian secara ilmiah di hadapan tim penguji.

“Hari ini mahasiswa PPs tidak hanya diuji kemampuan menulis proposal, tetapi juga diuji cara berpikir ilmiah, kemampuan mempertahankan argumentasi akademik, ketepatan metodologi, serta relevansi variabel penelitian yang diangkat,” jelasnya.

Rektor Titin juga mengapresiasi dukungan Yayasan Bina Mandiri Gorontalo dalam menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang semakin representatif guna menunjang proses akademik dalam pengembangan riset dan pembelajaran.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua Yayasan atas dukungan luar biasa terhadap pengembangan fasilitas kampus. Kehadiran gedung Pascasarjana yang modern dan nyaman ini menjadi bagian dari upaya UBMG menghadirkan atmosfer akademik yang kondusif bagi lahirnya riset-riset berkualitas,” tambah Rektor Titin.

Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman, MM, dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa Yayasan terus mendukung pengembangan UBMG sebagai kampus unggul yang berbasis inovasi dan penguatan tridarma perguruan tinggi.

“Kami ingin UBMG terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang mampu melahirkan lulusan berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kapasitas riset yang kuat. Infrastruktur kampus yang dibangun hari ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian,” ujar Dr. Azis Rachman.

Sementara itu, Direktur PPs UBMG, Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si (Prof. Arta) menegaskan bahwa seminar proposal merupakan tahapan akademik penting yang menentukan kualitas penelitian mahasiswa sebelum memasuki proses penelitian lapangan.

“Seminar proposal bukan sekadar tahapan administratif akademik, tetapi merupakan ruang ilmiah untuk menguji kedalaman berpikir mahasiswa dalam membangun desain penelitian yang relevan, terukur, dan memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu manajemen maupun penyelesaian persoalan di masyarakat,” ujar Prof. Arta.

Ia menjelaskan, mahasiswa dituntut mampu menghadirkan penelitian yang tidak hanya bersifat teoritis, namun juga aplikatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk isu transformasi digital, tata kelola organisasi, pelayanan publik, kewirausahaan, dan penguatan ekonomi daerah. 

“Mahasiswa Pascasarjana harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis. Proposal tesis yang baik harus mampu menghadirkan novelty atau kebaruan ilmiah, sehingga hasil penelitian nantinya benar-benar memberi manfaat bagi dunia akademik, pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat luas,” tambah Prof. Arta.

Prof. Arta juga menyampaikan bahwa pelaksanaan seminar proposal kali ini menjadi lebih istimewa karena merupakan pelaksanaan ujian Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) perdana di lingkungan PPs UBMG sekaligus pertama kali memanfaatkan gedung baru Pascasarjana sebagai pusat aktivitas akademik dan penelitian.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi momentum bersejarah bagi Pascasarjana UBMG. Selain menjadi ujian RPL perdana, kegiatan ini juga menandai optimalisasi pemanfaatan gedung baru Pascasarjana sebagai pusat pengembangan akademik, riset, dan kolaborasi ilmiah,” ungkap Prof. Arta.

Di tempat terpisah, atmosfer akademik juga berlangsung di Ruang Ujian 1B Kampus UBMG melalui pelaksanaan Ujian Seminar Proposal Mahasiswa Prodi S1 Farmasi, Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), yang diikuti oleh delapan peserta.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, MBKM dan Kerjasama UBMG, Ns. Andriyanto Dai, didampingi Dekan FSTIK Adnan Malaha, Ketua Prodi S1 Farmasi, serta tim penguji.

Pelaksanaan seminar proposal secara serentak di dua Prodi, menjadi bukti nyata semakin tumbuhnya budaya akademik dan riset di lingkungan Kampus UBMG. Melalui penguatan penelitian, inovasi, dan kolaborasi akademik, UBMG terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Dengan dukungan SDM Dosen yang kompeten, fasilitas pendidikan yang terus berkembang, serta orientasi pada penguatan kualitas riset, UBMG optimistis mampu menjadi salah satu perguruan tinggi yang Unggul, Berkarakter dan Mengglobal, serta adaptif terhadap perkembangan global dan kebutuhan masyarakat masa depan. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)