UBMG Perkuat Kolaborasi Akademik dan Kemanusiaan bersama Kantor SAR Gorontalo, Dorong Pembentukan Tim Rescue Kampus dan Penguatan Kompetensi Mahasiswa

9 Juli 2026 Kerjasama
UBMG Perkuat Kolaborasi Akademik dan Kemanusiaan bersama Kantor SAR Gorontalo, Dorong Pembentukan Tim Rescue Kampus dan Penguatan Kompetensi Mahasiswa

Kampus UBMG - Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat melalui pelaksanaan Rapat Kerja Tindak Lanjut Implementasi Kesepakatan Kerja Sama bersama Kantor SAR Gorontalo, Senin (18/5/2026) di Ruang Akreditasi Kampus UBMG.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Kampus UBMG dan lembaga negara, khususnya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam bidang keselamatan, mitigasi bencana, dan tanggap darurat.

Rapat kerja ini membahas tindak lanjut implementasi kerja sama terkait pelibatan Basarnas dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler, pelatihan mahasiswa Program Studi (Prodi) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga rencana pembentukan Tim Rescue Kampus UBMG sebagai wadah pengembangan keterampilan mahasiswa dalam bidang penyelamatan dan kemanusiaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik dan Sistem Informasi UBMG, William I.S. Mooduto, M.SA, Kepala LPPM bersama tim, Ketua Program Studi K3, serta tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Provinsi Gorontalo yang dipimpin oleh Ruli Gani selaku Person in Charge (PIC) kerja sama dari Kantor SAR Gorontalo.

Warek I UBMG, William I.S. Mooduto, menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus dan instansi strategis seperti Kantor SAR Gorontalo merupakan bagian penting dalam menghadirkan sistem pendidikan yang relevan dengan tantangan global dan kebutuhan masyarakat modern.

Perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi sosial, kemampuan problem solving, jiwa kepemimpinan, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan kebencanaan. 

"Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi langkah nyata UBMG dalam menghadirkan pembelajaran kolaboratif berbasis pengalaman lapangan yang dapat membantu masyarakat lebih sigap dalam menghadapi kondisi keselamatan diri dan keluarga,” ujar William.

Warek William juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi implementasi kebijakan pembelajaran berbasis praktik dan penguatan experiential learning yang selama ini terus dikembangkan oleh Kampus UBMG.

“Mahasiswa harus mendapatkan ruang belajar yang luas melalui kolaborasi lintas sektor. Kehadiran Kantor SAR sebagai mitra strategis tentu memberikan nilai tambah dalam membangun kompetensi mahasiswa yang profesional, humanis, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengabdian masyarakat,” tambah Warek William.

Warek William juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat Kampus UBMG akan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembekalan mahasiswa KKM Reguler yang direncanakan akan berkolaborasi dengan Dharma Wanita LLDikti Wilayah XVI. Kegiatan tersebut akan menghadirkan materi terkait keselamatan dasar, mitigasi bencana, penanganan keadaan darurat, hingga edukasi pertolongan pertama kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris LPPM UBMG, Rahmawati Mansur, S.Tr.Kep menyampaikan bahwa mahasiswa peserta KKM Reguler dijadwalkan akan turun ke lokasi pengabdian pada Agustus mendatang, sehingga diperlukan pembekalan yang komprehensif agar mahasiswa mampu menjalankan peran pengabdian secara optimal.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta KKM, tetapi benar-benar menjadi agen edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pembekalan terkait keselamatan, pertolongan pertama, dan mitigasi bencana menjadi sangat penting untuk dipersiapkan sejak awal,” ungkap Rahmawati.

Lebih lanjut, LPPM UBMG menilai bahwa sinergi dengan Kantor SAR Gorontalo merupakan bentuk penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan kompetensi mahasiswa berbasis kebutuhan lapangan. 

Dalam sesi diskusi, Ruli Gani selaku PIC kerja sama Kantor SAR Gorontalo menyampaikan apresiasi atas komitmen UBMG dalam membangun budaya keselamatan dan kepedulian kemanusiaan di lingkungan kampus.

“Kami melihat Kampus UBMG memiliki komitmen kuat dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang peduli terhadap keselamatan dan kemanusiaan. Ini menjadi langkah positif karena mahasiswa merupakan generasi strategis yang dapat menjadi pelopor edukasi kebencanaan di masyarakat,” ujar Ruli Gani.

Ia menjelaskan bahwa Kantor SAR Gorontalo siap mendukung berbagai program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan mahasiswa UBMG, khususnya terkait teknik dasar pertolongan di air, evakuasi korban kecelakaan, penanganan korban bencana, hingga simulasi penyelamatan.

“Materi yang akan diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung di lapangan agar mahasiswa memiliki pemahaman teknis dan kesiapan mental dalam menghadapi situasi darurat,” jelasnya.

Selain itu, dalam rapat kerja tersebut juga dibahas rencana pembentukan Tim Rescue Kampus UBMG yang nantinya akan menjadi wadah pengembangan kapasitas mahasiswa dalam bidang tanggap darurat dan aksi kemanusiaan.

Tim Rescue UBMG diharapkan dapat menjadi organisasi strategis kampus yang mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam kegiatan sosial, edukasi mitigasi bencana, hingga aksi penyelamatan pada situasi tertentu.

Ketua Program Studi K3 UBMG, Arpin, M.Kes, menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa K3 yang menuntut penguatan kompetensi praktik dan pengalaman lapangan.

“Mahasiswa K3 membutuhkan pembelajaran kontekstual dan praktik nyata di lapangan. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa dapat belajar langsung mengenai sistem keselamatan, prosedur rescue, penanganan korban, hingga manajemen risiko kebencanaan bersama tenaga profesional dari SAR,” tutur Ketua Prodi Arpin.

Ia juga berharap mahasiswa K3 nantinya dapat mengikuti praktik lapangan langsung di Kantor SAR Gorontalo sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesi.

“Kolaborasi ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan teknis dan soft skills, terutama kemampuan komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan dalam kondisi darurat,” tambahnya.

Melalui kolaborasi strategis ini, UBMG kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus unggul yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif membangun budaya kolaborasi, kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sinergi antara Kampus UBMG dan Kantor SAR Gorontalo diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kompeten, tangguh, adaptif, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang aman, tangguh bencana, dan sadar keselamatan. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)