Sukses Digelar, IICSDGs 2026 UBMG Satukan Pakar Nasional dan Internasional dalam Forum SDGs//
20 September 2026

Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali memperkuat kiprahnya dalam jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan International Interdisciplinary Conference on Sustainable Development Goals (IICSDGs) 2026 di Graha Azizah, Minggu (20/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian International Week UBMG 2026 dan menghadirkan pakar nasional serta internasional untuk membahas isu pembangunan berkelanjutan.
Mengusung tema “Eleven Years of SDGs Progress, Lesson and the Next Ahead”, IICSDGs 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, praktisi, dunia usaha, mahasiswa, serta mitra perguruan tinggi dalam satu forum untuk merefleksikan capaian SDGs sekaligus membahas langkah menuju target 2030.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) Dr. Ir. H. Azis Rachman, S.T., M.M., I.P.M., ASEAN Eng., Rektor UBMG Dr. Ir. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., Kepala KUI UBMG sekaligus Ketua Panitia IICSDGs 2026 Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Dr. Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., Dr. Drs. Harie Saksono, M.Si., para visiting lecturer dari Bataan Peninsula State University (BPSU), unsur Forkopimda, mitra perguruan tinggi dan dunia usaha, serta sivitas akademika UBMG.
Kepala KUI UBMG sekaligus Ketua Panitia IICSDGs 2026, Dr. Ayu Anastasya Rachman, mengatakan IICSDGs merupakan agenda internasionalisasi UBMG yang telah dilaksanakan secara konsisten selama sembilan tahun. Selain menjadi ruang presentasi hasil penelitian terkait SDGs, konferensi ini juga membuka peluang bagi peneliti untuk memperluas jejaring akademik dan publikasi ilmiah.
“Selama sembilan tahun kami secara konsisten menjaring berbagai peneliti yang dapat mempresentasikan penelitian terkait SDGs. Kami juga menggandeng pembicara nasional dan internasional sebagai pakar untuk menyampaikan materi dalam seminar internasional,” ujar Dr. Ayu.
Menurutnya, tema tahun ini mengajak peserta menjawab tiga hal penting, yakni kemajuan yang telah dicapai (progress), pembelajaran dari berbagai kekurangan (lesson), serta langkah yang perlu dilakukan ke depan (the next ahead).
“Konferensi seperti ini hanya layak diselenggarakan apabila kita meninggalkan forum ini dengan membawa jawaban, bukan sekadar membawa presentasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, IICSDGs menjadi bagian dari ekosistem internasionalisasi UBMG yang berjalan bersama program Student Exchange dan Faculty Exchange. Hal tersebut sejalan dengan visi UBMG, Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal, yang menempatkan internasionalisasi sebagai bagian dari identitas perguruan tinggi.
Sementara itu, Rektor UBMG Dr. Ir. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., menegaskan bahwa IICSDGs merupakan bentuk komitmen akademik sekaligus tanggung jawab sosial UBMG dalam berkontribusi terhadap persoalan pembangunan berkelanjutan.
“Konferensi ini merupakan komitmen akademik dan tanggung jawab sosial UBMG untuk ikut berkontribusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, daerah, bangsa dan bahkan masyarakat dunia,” ujar Rektor.
Ia berharap forum tersebut dapat memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor, memperluas jejaring, serta melahirkan gagasan dan inovasi yang dapat mendukung pencapaian SDGs.
Apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan IICSDGs turut disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Dr. Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A. Ia menilai forum tersebut relevan dengan kondisi dunia yang kini memasuki fase akhir perjalanan menuju target SDGs 2030.
Mengacu pada The Sustainable Development Goals Report 2026 Perserikatan Bangsa-Bangsa, dari 139 target SDGs dengan data tren yang memadai, 36 persen berada pada jalur pencapaian atau menunjukkan kemajuan moderat, 49 persen bergerak terlalu lambat, dan 15 persen mengalami kemunduran dibandingkan 2015.
“Konferensi yang kita hadiri saat ini bukan sekadar perayaan 11 tahun SDGs, tetapi momentum untuk melakukan refleksi dan juga akselerasi,” kata Dr. Munawir.
Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat. “Perguruan tinggi harus bisa bertransformasi, dari sekadar knowledge producer menjadi solution provider,” tegasnya.
Suksesnya penyelenggaraan IICSDGs 2026 menegaskan komitmen UBMG dalam memperluas jejaring akademik dan membuka ruang kolaborasi global. Kehadiran pakar nasional dan internasional dalam forum yang berlangsung di Gorontalo tersebut sekaligus memperkuat posisi IICSDGs sebagai bagian dari agenda internasionalisasi UBMG yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Melalui IICSDGs 2026, UBMG terus mendorong pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas sektor, serta lahirnya gagasan dan solusi pembangunan berkelanjutan yang relevan bagi Gorontalo, Indonesia, dan masyarakat global. (Hms)