UBMG Perkuat Internasionalisasi, Sambut Calon Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Internasional

12 Agustus 2026 Kegiatan
UBMG Perkuat Internasionalisasi, Sambut Calon Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Internasional

Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan visi “Unggul, Berkarakter dan Mengglobal" melalui pengembangan lingkungan akademik yang terbuka, inklusif, dan berorientasi internasional. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui kegiatan apel pagi rutin sivitas akademika yang dirangkaikan dengan penerimaan dan penyambutan calon mahasiswa baru serta mahasiswa internasional Program Pascasarjana UBMG di lobi Kampus UBMG, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi UBMG dalam menyambut wajah-wajah baru yang akan menjadi bagian dari keluarga besar kampus. Selain menyambut calon mahasiswa baru yang akan mengikuti rangkaian Pra-SPKKMB, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi UBMG dengan hadirnya mahasiswa asing yang akan menempuh pendidikan di Program Pascasarjana S2 Manajemen.

Penyambutan mahasiswa internasional ini sekaligus menandai keberlanjutan upaya UBMG dalam membangun jejaring pendidikan tinggi lintas negara. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara diharapkan tidak hanya memperkaya keberagaman lingkungan akademik, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya, serta perspektif global di tengah sivitas akademika Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG).

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa internasional merupakan bagian dari agenda internasionalisasi yang terus dikembangkan Universitas Bina Mandiri Gorontalo secara bertahap.

Menurutnya, perjalanan UBMG dalam menerima mahasiswa internasional telah dimulai sejak 2024. Pada tahun pertama, Universitas Bina Mandiri Gorontalo menerima sejumlah mahasiswa asing yang bergabung pada Program Pascasarjana S2 Manajemen melalui proses rekrutmen yang dilakukan oleh Program Pascasarjana Universitas Bina Mandiri Gorontalo.

“Di tahun pertama kami menerima mahasiswa asing itu di tahun 2024 dengan beberapa mahasiswa Program Pascasarjana S2 Manajemen di bawah rekrutmen dari Program Pascasarjana UBM Gorontalo,” jelas Dr. Ayu.

Upaya tersebut kemudian terus berkembang. Pada tahun berikutnya, Universitas Bina Mandiri Gorontalo kembali menerima mahasiswa internasional asal Timor Leste yang bergabung melalui Program Studi Hubungan Internasional. Pada 2026, Universitas Bina Mandiri Gorontalo kembali memperluas cakupan rekrutmen mahasiswa internasional dengan menerima dua mahasiswa asal Pakistan untuk menempuh pendidikan pada Program Pascasarjana S2 Manajemen.

“Di tahun kedua kami menerima dari Timor Leste di bawah program S1 Prodi Hubungan Internasional. Ditahun Ketiga ini kami merekrut dari Pakistan, ada dua orang untuk bergabung di Program Pascasarjana UBM Gorontalo,” ungkapnya.

Dr. Ayu menegaskan, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa internasionalisasi UBMG terus berjalan dan diarahkan untuk menjadi bagian integral dari pengembangan institusi. KUI, kata dia, akan terus mendorong berbagai program yang dapat memperkuat posisi UBMG sebagai perguruan tinggi yang memiliki jejaring dan orientasi global.

“Jadi dalam rangka internasionalisasi UBMG, di bawah visi salah satunya adalah unggul, berkarakter dan mengglobal, KUI terus melakukan berbagai upaya internasionalisasi Kampus UBM,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ayu berharap keberadaan mahasiswa internasional di UBMG ke depan tidak hanya terpusat pada satu program studi. Ia mendorong semakin banyak program studi di lingkungan UBMG yang memiliki kesiapan, baik dari sisi akademik maupun layanan pendukung, untuk menerima mahasiswa dari berbagai negara.

“Kami berharap program ini tidak hanya ada pada satu program studi saja, akan tetapi suatu saat nanti akan banyak program studi yang akan terlibat dan program studi yang siap untuk menerima mahasiswa asing,” katanya.

Menurut Ayu, perluasan penerimaan mahasiswa internasional membutuhkan kesiapan institusi secara menyeluruh. Tidak hanya berkaitan dengan proses akademik, tetapi juga kesiapan dalam memberikan layanan, pendampingan, serta menciptakan lingkungan kampus yang mampu membuat mahasiswa internasional merasa diterima dan menjadi bagian dari komunitas akademik UBMG.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap tahunnya UBMG melakukan proses seleksi terhadap calon mahasiswa internasional. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan mahasiswa yang diterima benar-benar memiliki keseriusan dan komitmen untuk menempuh pendidikan di UBMG.

“Setiap tahunnya kami melakukan seleksi. Kurang lebih tahun 2026 ini terjaring sekitar ratusan, akan tetapi kami perlu melakukan seleksi yang ingin betul-betul menunjukkan komitmennya untuk bergabung di UBM dan siap menyelesaikan beberapa persyaratan sebagai mahasiswa,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UBMG, Dr. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa internasional yang telah memilih UBMG sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Rektor juga menyambut para calon mahasiswa baru UBMG yang akan mengikuti rangkaian Pra-SPKKMB sebagai tahapan awal sebelum memasuki kehidupan akademik di perguruan tinggi.

“Selamat datang kepada mahasiswa internasional ke Kampus UBMG. Dan tentunya kami juga menyambut mahasiswa baru UBMG yang akan melakukan Pra-SPKKMB,” tutur Rektor.UBMG

Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengingatkan bahwa menjadi bagian dari UBMG tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas. Setiap mahasiswa juga diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, memahami nilai-nilai yang berlaku, serta menghargai kultur dan budaya yang ada di lingkungan sekitar.

“Kami berharap dengan Anda menetapkan untuk masuk ke UBMG bisa dapat menyesuaikan dengan kultur budaya yang ada, kemudian bisa secara komitmen menjalankan proses akademik yang ada di UBMG,” ungkapnya.

Pesan tersebut secara khusus menjadi penting bagi mahasiswa internasional yang akan menjalani kehidupan akademik sekaligus berinteraksi langsung dengan lingkungan sosial dan budaya di Gorontalo. Keberadaan mahasiswa asing diharapkan menjadi ruang pembelajaran dua arah, di mana mahasiswa internasional dapat mengenal budaya lokal, sementara sivitas akademika UBMG juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan latar belakang budaya yang berbeda.

Rektor juga mengajak seluruh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika UBMG untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh mahasiswa tanpa membedakan asal negara maupun latar belakang.

“Kami juga berharap kepada bapak dan ibu unsur di lingkungan UBMG untuk bisa memberikan sebuah pelayanan yang baik kepada mahasiswa kita, baik mahasiswa nasional maupun internasional, sehingga ini bisa kita lakukan pendampingan yang baik selama proses berlangsung di Kampus UBMG,” tegasnya.

Salah satu mahasiswa internasional yang bergabung pada Program Pascasarjana S2 Manajemen, Adeel Anwar, asal Pakistan, menyampaikan rasa antusiasnya dapat melanjutkan pendidikan di UBMG. Baginya, kesempatan belajar di Indonesia, khususnya di Gorontalo, tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperdalam pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi pengalaman untuk mengenal masyarakat dan budaya baru.

Adeel mengatakan dirinya memiliki tujuan untuk mengembangkan pengetahuan yang sebelumnya telah diperoleh, termasuk pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat dan bidang keilmuannya.

“Saya punya tujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan saya yang sebelumnya dikembangkan, baik itu berhubungan dengan kemasyarakatan ataupun ilmu pengetahuan terkait bidangnya,” ujarnya.

Ia juga berharap selama berada di Gorontalo dapat beradaptasi dengan baik, tidak hanya dalam lingkungan akademik, tetapi juga dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Saya berharap selama saya di sini saya bisa beradaptasi dan belajar, bukan hanya budaya tetapi juga beradaptasi dengan lingkungan dan juga masyarakat yang ada di Gorontalo,” tambahnya.

Sebagai bagian dari prosesi penyambutan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyematan jas almamater dan atribut kepada mahasiswa internasional Program Pascasarjana UBMG. Penyematan tersebut menjadi simbol diterimanya mahasiswa internasional sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Bina Mandiri Gorontalo sekaligus menjadi awal perjalanan mereka dalam menempuh pendidikan di UBMG.

Momentum tersebut juga memperlihatkan komitmen UBMG untuk membangun suasana kampus yang terbuka terhadap keberagaman. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan dapat memberikan warna baru dalam dinamika akademik sekaligus mendorong mahasiswa UBMG untuk memiliki wawasan yang lebih luas terhadap perkembangan global.

Pada bagian akhir kegiatan, Ayu kembali menekankan pentingnya membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi kesetaraan, rasa aman, penghormatan, dan kepedulian terhadap seluruh mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa nasional maupun mahasiswa internasional harus memperoleh hak dan pelayanan yang setara selama menjalani proses pendidikan di UBMG.

“Kami mohon harapannya kepada semua bapak ibu, agar baik mahasiswa nasional ataupun internasional bisa kita perlakukan dengan setara. Kita bisa mengkampanyekan beberapa hal terkait anti pungli, anti bullying. Itu kita harus pastikan semua mahasiswa kita treatment sebagaimana kita ingin di-treat oleh orang lain,” tegas Dr. Ayu.

Ia berharap seluruh mahasiswa UBMG dapat menjalani kehidupan kampus dengan baik, menjaga nama baik almamater, serta menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang untuk berkembang, belajar, berkolaborasi, dan membangun karakter.

“Harapannya semoga semua mahasiswa UBMG bisa menjalani kegiatan kampus dengan baik dan menjadikan kita sebagai contoh,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, UBMG tidak hanya menyambut calon mahasiswa baru dan mahasiswa internasional, tetapi juga menegaskan arah pengembangan kampus menuju perguruan tinggi yang semakin terbuka terhadap dunia internasional. Kehadiran mahasiswa dari Pakistan menjadi bagian dari perjalanan panjang UBMG dalam memperluas jejaring global dan menciptakan ekosistem akademik yang beragam.

Dengan semangat Unggul, Berkarakter dan Mengglobal, UBMG terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi, karakter, serta wawasan internasional, sekaligus membangun kampus yang inklusif dan mampu menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. (hms)


Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)