UBMG Resmi Launching Program Doktor (S3) Manajemen, Perkuat Akses Pendidikan Doktoral di Gorontalo

9 Agustus 2026 Kegiatan
UBMG Resmi Launching Program Doktor (S3) Manajemen, Perkuat Akses Pendidikan Doktoral di Gorontalo

Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) resmi meluncurkan Program Studi Doktor (S3) Manajemen Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027. Peluncuran ini menjadi bagian dari pengembangan pendidikan tinggi UBMG sekaligus memperluas akses masyarakat Gorontalo terhadap pendidikan pada jenjang doctoral, Sabtu (8/8/2026)

 

Launching Program Doktor Manajemen tersebut dihadiri oleh Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Zukri Surotinojo, A.P., M.Ec.Dev., Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo Dr. Ir. H. Azis Rachman, ST., MM., IPM., ASEAN Eng., Rektor UBMG Dr. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., jajaran pimpinan UBMG, Guru Besar Tetap UBMG Prof. Dr. H. Basri Modding, SE., M.Si. dan Prof. Dr. H. Akmal Umar, SE., M.Si., dosen dan praktisi, sivitas akademika, serta calon mahasiswa Program Doktor Manajemen angkatan pertama.

 

Kegiatan diawali dengan tarian selamat datang yang dipersembahkan oleh Sanggar UKM Kesenian Mahasiswa UBMG. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UBMG, serta doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Sukriyanto Gausu, M.M.

 

Puncak kegiatan ditandai dengan launching Program Studi Doktor Manajemen yang dilakukan oleh Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Rektor UBMG, dan Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo.

 

Rektor UBMG Dr. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., mengatakan, dalam sambutannya hadirnya Program Doktor Manajemen merupakan hasil dari proses panjang yang harus dilalui perguruan tinggi untuk memperoleh izin penyelenggaraan.

 

“Di tahun 2026 ini UBMG dipercayakan untuk dapat mengelola Program Pascasarjana S3. Tentunya proses yang dijalankan cukup ketat dan panjang. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu kami telah menerima izin penyelenggaraan yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI kepada Universitas Bina Mandiri Gorontalo,” ujar Rektor.

 

Menurutnya, keberadaan Program Doktor Manajemen tidak hanya menjadi capaian bagi UBMG, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

 

 “Program doktor di UBM Gorontalo ini merupakan aset kita semua, aset bagi pemerintah daerah, sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan doktor Manajemen yang lebih dekat,” katanya.

 

Meski demikian, Rektor menegaskan bahwa akses yang semakin dekat tidak berarti mengabaikan standar akademik. Penyelenggaraan program tetap dilakukan berdasarkan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

 

Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo Dr. Ir. H. Azis Rachman, ST., MM., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyelenggaraan Program Doktor Manajemen UBMG.

Ia mengatakan, pengembangan perguruan tinggi merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan sinergi dari seluruh unsur di lingkungan UBMG.

“Banyak tantangan bagi kami selaku yayasan untuk membangun perguruan tinggi yang berkualitas. Karena itu, saya berharap seluruh sivitas akademika UBMG, dari unit terkecil sampai rektor, mari kita bergandeng tangan, bersinergi dan berkolaborasi,” ungkapnya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

 

“Jaga kepercayaan masyarakat. Ketika masyarakat tidak percaya, di situlah titik kehancuran kita. Karena itu, S3 ini menjadi momentum penting bagi rektor dan seluruh jajaran untuk menyelenggarakannya dengan sebaik mungkin. Standar harus tetap ada, tetapi tidak untuk mempersulit,” tegasnya.

 

Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Zukri Surotinojo, A.P., M.Ec.Dev., mengapresiasi kehadiran Program Doktor Manajemen UBMG. Menurutnya, peluncuran program tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial akademik, tetapi turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia di daerah.

 

“Peluncuran Program Studi Doktor Manajemen pada hari ini tentunya bukan hanya sekadar seremoni akademik, melainkan sebuah lompatan peradaban bagi Provinsi Gorontalo,” ujarnya.

 

Ia menilai kehadiran Program Doktor Manajemen semakin melengkapi ekosistem pendidikan tinggi di Gorontalo, khususnya dalam menyediakan kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.

 

Menurutnya, penguatan pendidikan tinggi di daerah sejalan dengan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Gorontalo diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan pendidikan dari luar daerah, tetapi juga mampu berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas akademik dan riset di kawasan timur Indonesia.

 

“Dengan hadirnya Program S3 Manajemen, Provinsi Gorontalo semakin mandiri dalam pengembangan sumber daya manusia,” katanya.

 

Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada UBMG atas launching Program Doktor Manajemen dan berharap program tersebut dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

 

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., menyebut peluncuran Program Doktor Manajemen sebagai capaian yang patut diapresiasi.

 

Ia menyoroti perkembangan UBMG dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah bergabungnya dua perguruan tinggi pada 2019. Perkembangan tersebut, menurutnya, terlihat dari pembangunan infrastruktur dan ekspansi program studi yang terus dilakukan.

 

“Di tahun 2023 hadir Program Studi S2 Manajemen dan tidak lama kemudian UBM mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan Program Studi Doktor Manajemen,” jelasnya.

 

Menurut Munawir, pembukaan program doktor membutuhkan sejumlah persyaratan dan proses evaluasi yang tidak singkat, termasuk rekam jejak institusi serta kualifikasi sumber daya manusia.

 

“Untuk membuka program doktor tentunya harus memiliki rekam jejak yang baik, kualifikasi dosen yang tinggi, dan melalui proses evaluasi yang sangat panjang. Karena itu, capaian ini perlu kita apresiasi,” ujarnya.

 

Ia juga mengapresiasi kerja keras Yayasan Bina Mandiri Gorontalo dan Rektor UBMG dalam mendorong pengembangan institusi.

 

“Saya yakin dengan kehadiran program doktor ini dapat membawa UBM menjadi perguruan tinggi yang unggul dengan dukungan semua pihak,” katanya.

 

Munawir berharap Program Doktor Manajemen UBMG dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.

 

“Semoga dengan hadirnya Program Doktor Manajemen di UBM, menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing, tidak hanya di Gorontalo tetapi juga di Indonesia,” harapnya.

 

Setelah menyampaikan sambutan, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI secara resmi membuka Program Studi Doktor Manajemen UBMG dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

 

Launching Program Doktor Manajemen menandai bertambahnya jenjang pendidikan yang diselenggarakan UBMG sekaligus memperkuat pengembangan Program Pascasarjana.

 

Program tersebut diharapkan menjadi ruang pengembangan keilmuan, penelitian, dan pengabdian yang dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan organisasi, dunia usaha, pemerintahan, serta pembangunan daerah.

 

Dengan dibukanya Program Doktor Manajemen, UBMG menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik, penguatan sumber daya manusia, dan perluasan jejaring kerja sama, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Gorontalo dan Indonesia.

 

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)