Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG)
resmi meluncurkan Program Studi Doktor (S3) Manajemen Program Pascasarjana
Tahun Akademik 2026/2027. Peluncuran ini menjadi bagian dari pengembangan
pendidikan tinggi UBMG sekaligus memperluas akses masyarakat Gorontalo terhadap
pendidikan pada jenjang doctoral, Sabtu (8/8/2026)
Launching Program Doktor Manajemen tersebut dihadiri oleh Asisten
III Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Zukri Surotinojo, A.P., M.Ec.Dev.,
Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., Ketua Yayasan
Bina Mandiri Gorontalo Dr. Ir. H. Azis Rachman, ST., MM., IPM., ASEAN Eng.,
Rektor UBMG Dr. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., jajaran pimpinan UBMG, Guru
Besar Tetap UBMG Prof. Dr. H. Basri Modding, SE., M.Si. dan Prof. Dr. H. Akmal
Umar, SE., M.Si., dosen dan praktisi, sivitas akademika, serta calon mahasiswa
Program Doktor Manajemen angkatan pertama.
Kegiatan diawali dengan tarian selamat datang yang
dipersembahkan oleh Sanggar UKM Kesenian Mahasiswa UBMG. Rangkaian acara
kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars
UBMG, serta doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Sukriyanto Gausu, M.M.
Puncak kegiatan ditandai dengan launching Program Studi
Doktor Manajemen yang dilakukan oleh Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi
Gorontalo, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Rektor UBMG, dan Ketua Yayasan Bina
Mandiri Gorontalo.
Rektor UBMG Dr. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., mengatakan, dalam sambutannya hadirnya Program Doktor Manajemen merupakan hasil dari proses panjang yang
harus dilalui perguruan tinggi untuk memperoleh izin penyelenggaraan.
“Di tahun 2026 ini UBMG dipercayakan untuk dapat mengelola
Program Pascasarjana S3. Tentunya proses yang dijalankan cukup ketat dan
panjang. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu kami telah menerima izin
penyelenggaraan yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI kepada Universitas
Bina Mandiri Gorontalo,” ujar Rektor.
Menurutnya, keberadaan Program Doktor Manajemen tidak hanya
menjadi capaian bagi UBMG, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan
pemerintah daerah.
Meski demikian, Rektor menegaskan bahwa akses yang semakin
dekat tidak berarti mengabaikan standar akademik. Penyelenggaraan program tetap
dilakukan berdasarkan mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo Dr. Ir. H. Azis
Rachman, ST., MM., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh
pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyelenggaraan Program Doktor
Manajemen UBMG.
Ia mengatakan, pengembangan perguruan tinggi merupakan
tanggung jawab bersama dan membutuhkan sinergi dari seluruh unsur di lingkungan
UBMG.
“Banyak tantangan bagi kami selaku yayasan untuk membangun
perguruan tinggi yang berkualitas. Karena itu, saya berharap seluruh sivitas
akademika UBMG, dari unit terkecil sampai rektor, mari kita bergandeng tangan,
bersinergi dan berkolaborasi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan
masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Jaga kepercayaan masyarakat. Ketika masyarakat tidak
percaya, di situlah titik kehancuran kita. Karena itu, S3 ini menjadi momentum
penting bagi rektor dan seluruh jajaran untuk menyelenggarakannya dengan sebaik
mungkin. Standar harus tetap ada, tetapi tidak untuk mempersulit,” tegasnya.
Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Zukri
Surotinojo, A.P., M.Ec.Dev., mengapresiasi kehadiran Program Doktor Manajemen
UBMG. Menurutnya, peluncuran program tersebut tidak hanya menjadi agenda
seremonial akademik, tetapi turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan
sumber daya manusia di daerah.
“Peluncuran Program Studi Doktor Manajemen pada hari ini
tentunya bukan hanya sekadar seremoni akademik, melainkan sebuah lompatan
peradaban bagi Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran Program Doktor Manajemen semakin
melengkapi ekosistem pendidikan tinggi di Gorontalo, khususnya dalam
menyediakan kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang
doktoral.
Menurutnya, penguatan pendidikan tinggi di daerah sejalan
dengan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Gorontalo diharapkan
tidak hanya menjadi pengguna layanan pendidikan dari luar daerah, tetapi juga
mampu berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas akademik dan riset di
kawasan timur Indonesia.
“Dengan hadirnya Program S3 Manajemen, Provinsi Gorontalo
semakin mandiri dalam pengembangan sumber daya manusia,” katanya.
Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada UBMG atas
launching Program Doktor Manajemen dan berharap program tersebut dapat
memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali
Razak, S.IP., M.A., menyebut peluncuran Program Doktor Manajemen sebagai
capaian yang patut diapresiasi.
Ia menyoroti perkembangan UBMG dalam beberapa tahun
terakhir, terutama setelah bergabungnya dua perguruan tinggi pada 2019.
Perkembangan tersebut, menurutnya, terlihat dari pembangunan infrastruktur dan
ekspansi program studi yang terus dilakukan.
“Di tahun 2023 hadir Program Studi S2 Manajemen dan tidak
lama kemudian UBM mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan Program Studi
Doktor Manajemen,” jelasnya.
Menurut Munawir, pembukaan program doktor membutuhkan
sejumlah persyaratan dan proses evaluasi yang tidak singkat, termasuk rekam
jejak institusi serta kualifikasi sumber daya manusia.
“Untuk membuka program doktor tentunya harus memiliki rekam
jejak yang baik, kualifikasi dosen yang tinggi, dan melalui proses evaluasi
yang sangat panjang. Karena itu, capaian ini perlu kita apresiasi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras Yayasan Bina Mandiri
Gorontalo dan Rektor UBMG dalam mendorong pengembangan institusi.
“Saya yakin dengan kehadiran program doktor ini dapat
membawa UBM menjadi perguruan tinggi yang unggul dengan dukungan semua pihak,”
katanya.
Munawir berharap Program Doktor Manajemen UBMG dapat
berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan
mutu pendidikan tinggi.
“Semoga dengan hadirnya Program Doktor Manajemen di UBM,
menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing, tidak hanya di
Gorontalo tetapi juga di Indonesia,” harapnya.
Setelah menyampaikan sambutan, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI
secara resmi membuka Program Studi Doktor Manajemen UBMG dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Launching Program Doktor Manajemen menandai bertambahnya
jenjang pendidikan yang diselenggarakan UBMG sekaligus memperkuat pengembangan
Program Pascasarjana.
Program tersebut diharapkan menjadi ruang pengembangan
keilmuan, penelitian, dan pengabdian yang dapat memberikan kontribusi terhadap
kebutuhan organisasi, dunia usaha, pemerintahan, serta pembangunan daerah.
Dengan dibukanya Program Doktor Manajemen, UBMG menegaskan
komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang berorientasi pada peningkatan
mutu akademik, penguatan sumber daya manusia, dan perluasan jejaring kerja sama,
sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Gorontalo dan
Indonesia.