Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional melalui partisipasi dalam seminar internasional yang digelar sebagai rangkaian lanjutan kegiatan akademik di Semarang, Sabtu (8/8/2026).
Dalam forum akademik tersebut, UBMG turut mengambil bagian dengan mempresentasikan hasil penelitian yang mengangkat isu strategis di bidang transformasi digital dan pendidikan, khususnya terkait pengembangan kompetensi digital, inovasi berbasis teknologi, serta tata kelola Educational Technology (EdTech) yang inklusif.
Hasil penelitian tersebut dipresentasikan oleh Dr. Imam Mashudi, M.Pd. dengan materi bertajuk “Kompetensi Digital dan Inovasi dalam Pengembangan Produk Berbasis Teknologi: Implikasi bagi Tata Kelola EdTech yang Inklusif.”
Materi tersebut menyoroti pentingnya penguatan kompetensi digital dan inovasi dalam merespons perkembangan teknologi yang semakin cepat. Pengembangan produk berbasis teknologi tidak hanya dituntut mampu menghadirkan inovasi, tetapi juga perlu memperhatikan aspek inklusivitas agar teknologi dapat memberikan manfaat dan akses yang lebih luas bagi seluruh kelompok masyarakat.
Keikutsertaan UBMG dalam forum internasional ini menjadi bagian penting dari upaya perguruan tinggi dalam memperluas kontribusi akademik sekaligus memperkenalkan hasil penelitian di ruang diskusi yang lebih luas. Forum tersebut juga menjadi momentum bagi UBMG untuk bertukar gagasan dan membangun jejaring akademik dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan teknologi, pendidikan, dan inovasi.
Melalui keterlibatan dalam presentasi penelitian di forum internasional, UBMG terus mendorong sivitas akademika untuk tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga memastikan bahwa hasil penelitian memiliki relevansi terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan global.
Kehadiran
UBMG dalam forum akademik internasional sekaligus mempertegas komitmen
universitas untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap
transformasi digital, terbuka terhadap kolaborasi, serta berorientasi pada
pengembangan inovasi yang inklusif dan berdampak.