UBMG Perkuat Langkah Menuju Kampus Unggul melalui FGD Implementasi Regulasi Pendidikan Tinggi dan Kesiapan AIPT

8 Agustus 2026 Berita
UBMG Perkuat Langkah Menuju Kampus Unggul melalui FGD Implementasi Regulasi Pendidikan Tinggi dan Kesiapan AIPT

Kampus UBMG - Komitmen Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo dalam membangun budaya mutu dan memperkuat tata kelola pendidikan tinggi kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Telaah Implementasi PERMENDIKTISAINTEK Nomor 10 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PERMENDIKTISAINTEK Nomor 39 Tahun 2025 serta Penguatan Kesiapan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dalam Mendukung Aktualisasi Kampus Unggul." Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (7/8/2026) di Ruang Perpustakaan Gedung Pascasarjana Lantai 2 Universitas Bina Mandiri Gorontalo.

FGD tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan pimpinan universitas, yayasan, serta sivitas akademika untuk menyamakan persepsi terhadap arah kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sekaligus menyusun langkah-langkah konkret dalam menghadapi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) menuju predikat Unggul.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Hj. Titin Dunggio, S.E., M.Si., M.Kes. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perubahan regulasi bukanlah hambatan, melainkan peluang besar bagi perguruan tinggi untuk terus bertransformasi.

"Penguatan tata kelola BAN-PT dan LAM mengingatkan kita bahwa kualitas tata kelola institusi harus semakin profesional, akuntabel, transparan, dan berbasis data. Seluruh unit di lingkungan Universitas Bina Mandiri Gorontalo harus membangun sinergi agar seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal," ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Titin menyampaikan bahwa cita-cita Universitas Bina Mandiri Gorontalo menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tidak hanya dapat diwujudkan melalui sebuah program tetapi juga diwujudkan melalui kerja sama seluruh sivitas akademika yang dilandasi komitmen serta budaya mutu yang kuat.

Menurutnya, FGD ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman terhadap regulasi terbaru, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi institusi, sekaligus merumuskan strategi yang implementatif dalam mempersiapkan AIPT.

"Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan forum ini sebagai ruang diskusi yang produktif, terbuka, dan menghasilkan rekomendasi yang mampu mendorong kemajuan Universitas Bina Mandiri Gorontalo. Mari kita jadikan perubahan regulasi sebagai penguat untuk bertransformasi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pendidikan tinggi yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Ir. H. Azis Rachman, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutan dan arahannya menekankan bahwa perubahan regulasi pendidikan tinggi menuntut seluruh perguruan tinggi untuk lebih adaptif dan siap menghadapi sistem akreditasi yang semakin berbasis data.

"Regulasi saat ini berkembang sangat cepat. Kita tidak boleh tertinggal. Kita harus siap memenuhi seluruh kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Jika sebelumnya akreditasi lebih banyak berbasis dokumen dan standar, kini penilaian semakin bertumpu pada data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Karena itu, kita tidak bisa lagi mengabaikan validitas dan kualitas data," jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penataan sumber daya manusia, khususnya dosen, agar seluruh aktivitas tridarma, pelaporan kinerja, dan indikator sertifikasi dosen dapat berjalan optimal serta mendukung pencapaian akreditasi institusi.

Selain itu, Dr. Azis menyoroti arah kebijakan nasional yang mendorong peningkatan kualifikasi akademik dosen. Menurutnya, target pemerintah agar dosen memiliki kualifikasi doktor (S3) dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan harus menjadi motivasi bagi seluruh dosen UBM Gorontalo untuk terus meningkatkan kompetensinya.

"Kita memiliki kesempatan besar untuk berkembang. Saya optimistis dalam sepuluh tahun ke depan Universitas Bina Mandiri Gorontalo mampu memiliki sedikitnya 60 persen dosen berkualifikasi doktor. Ini akan menjadi modal utama dalam memperkuat mutu akademik sekaligus meningkatkan daya saing institusi," ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan FGD ini, Universitas Bina Mandiri Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang profesional, adaptif, dan berbasis data. Kegiatan ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis yang menjadi pijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan, mempercepat pencapaian Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unggul, serta mewujudkan visi Universitas Bina Mandiri Gorontalo sebagai kampus unggul, berkarakter, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)