UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO
Prof. Luciana S. Amalia jadi Narasumber Asistensi SPMI UBM Gorontalo, Puji Semangat Ketua Yayasan dan Rektor untuk Peningkatan Budaya Mutu
Penulis : Humas 10 Desember 2025, Kategori: Akademik
Kampus UBM Gorontalo - Kegiatan Asistensi (bimbingan) Penyempurnaan Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 2026-2030 Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, menghadirkan Narasumber Utama Guru Besar Universitas Hayam Wuruk Surabaya, Prof. Dr. Luciana Spica Amilia, M.Si.
Prof. Luciana telah berhasil mengantarkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hayam Wuruk Surabaya berhasil memperoleh Akreditasi Internasional.
Kegiatan Asistensi ini diinisiasi oleh Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) UBM Gorontalo, yang dilaksanakan pada Senin (1/12/2025) via daring melalui aplikasi zoom.
Prof. Luciana mengatakan semangat dari Ketua YBMG dan Rektor UBM Gorontalo, serta seluruh jajaran sangat luar biasa. Hasil dari proses Penjaminan mutu yang baik akan berdampak luas, bagi peningkatan mutu di Perguruan Tinggi. Namun, memerlukan proses dan waktu yang cukup panjang, hasilnya tidak bisa dirasakan dalam waktu singkat, sangat memerlukan fokus pada tujuan.
"Saya bersama tim, telah berhasil meraih Akreditasi Internasional untuk FEB Universitas Hayam Wuruk Surabaya. Ini merupakan salah satu aset penting untuk mendorong mutu akademik yang unggul. Semangat seperti ini perlu terus untuk ditumbuhkan di seluruh jajaran," terang Prof. Luciana.
ia juga menjelaskan, sistem penjaminan mutu menjadi salah satu indikator penilaian utama dalam beberapa proses seperti hibah, akreditasi, dan program lainnya.
"Di dalam sistem penjaminan mutu akan terlihat validitas data Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT).
IKU dan IKT menjadi pedoman, tolok ukur kinerja, serta dasar untuk perencanaan, evaluasi, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan untuk mencapai sasaran mutu dan standar pendidikan tinggi yang telah ditetapkan," terang Prof. Luiana.
Pemerintah dalam beberapa kondisi, akan memberikan hibah dengan memilih perguruan tinggi berdasarkan penilaian dari SPMI. Dan diharapkan dengan Sistem informasi yang ada saat ini, bisa dikelola dengan baik, serta menghasilkan data untuk pihak eksternal yang membutuhkan.
"Jika SPMI di suatu Perguruan Tinggi bermutu baik, maka proses akreditasinya juga dipastikan akan baik," tambah Prof. Luciana.
Sementara itu, Ketua BPMA Dr. Ikram menjelaskan landasan aturan terkait kegiatan ini diantaranya Permendiktisaintek No 39 tahun 2025, Renstra UBM Gorontalo 2026-2030, dan Instrumen Akreditasi pada Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) di berbagai bidang keilmuan masing-masing.
"Dengan proses review dan asistensi ini, Tim BPMA mendapatkan informasi terbaru dan mempersiapkan dokumen SPMI yang lebih baik dan berkualitas," ujar Dr. Ikram.
Ada 4 Dokumen pokok Standar yang akan dibahas, yaitu pendidikan, penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan standar tambahan. Seluruh hasil dari proses ini nantinya, diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik di seluruh program Studi (Prodi), Fakultas dan seluruh Unit kerja.
"Setelah ditetapkan oleh Rektor UBM Gorontalo, akan di input dalam Aplikasi Simazis, yang merupakan layanan terpadu SPMI Kampus UBM," terangnya.
Proses mutu ini tidak hanya formalitas dalam bentuk dokumen saja, tapi perlu aksi nyata dalam implementasi. Terutama Ketua Prodi harus dapat menyesuaikan lagi seluruh layanan akademik dengan dokumen kurikulum terbaru.
"Peran dari Ketua Prodi sangat besar di Standar pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum, dengan menilai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)," tutup Dr. Ikram.
Kembali