Kerja Bakti Sivitas Akademika UBMG Perkuat Budaya Kebersamaan Berbasis Kepedulian Lingkungan

22 April 2026 Kegiatan
Kerja Bakti Sivitas Akademika UBMG Perkuat Budaya Kebersamaan Berbasis Kepedulian Lingkungan

Kampus UBMG – Sivitas akademika Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) menggelar kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan kampus pada Ahad (29/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Rektor UBMG, jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.

Kegiatan kerja bakti ini tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas kebersihan rutin, tetapi juga sebagai implementasi nilai-nilai akademik yang menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan kampus sebagai ruang pembelajaran. Melalui kegiatan ini, kampus UBMG berupaya menanamkan karakter mahasiswa yang berintegritas, peduli lingkungan, serta memiliki rasa memiliki terhadap kampus.

Aksi gotong royong tersebut meliputi pembersihan area parkir, halaman kampus, penataan taman, penanaman tumbuhan hias, pengelolaan sampah, hingga pemangkasan tanaman di berbagai sudut lingkungan kampus. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kampus hijau dan asri, yang mendukung suasana akademik yang sehat dan produktif.

Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman, MM menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan refleksi kebersamaan seluruh warga kampus dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas. 

"Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun budaya kolektif yang positif. Kebersihan kampus merupakan tanggung jawab bersama, dan melalui kerja bakti ini kita memperkuat nilai kebersamaan serta mempererat silaturahmi antar sivitas akademika,” ujar Dr. Azis.

Ia juga menambahkan bahwa lingkungan kampus yang bersih dan tertata akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas proses pembelajaran. 

“Kampus yang nyaman akan menciptakan suasana akademik yang kondusif, sehingga mahasiswa dapat belajar dengan lebih fokus dan produktif,” tambah Dr. Azis.

Sementara itu, Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti merupakan bagian dari penguatan budaya akademik berbasis kepedulian sosial dan lingkungan. 

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang bersama yang harus dijaga dan dirawat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar tentang kolaborasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan sosial,” ungkap Rektor Titin.

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa kampus UBMG terus berkomitmen mengembangkan ruang terbuka hijau dan taman-taman edukatif di lingkungan kampus. 

“Pengembangan taman dan ruang hijau bukan hanya untuk estetika, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kontekstual. Lingkungan yang asri akan mendukung kesehatan fisik dan psikologis sivitas akademika serta meningkatkan kualitas interaksi akademik,” jelas Rektor Titin.

Menurutnya, kegiatan kerja bakti juga menjadi langkah preventif dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus secara berkelanjutan. 

"Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki mahasiswa terhadap kampus. Ketika rasa memiliki itu tumbuh, maka kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan kampus akan menjadi budaya yang berkelanjutan,” tambahnya.

Selain memberikan kontribusi positif dalam menjaga kelestarian lingkungan, kerja bakti ini juga memperkuat kebersamaan dan keakraban antar warga kampus. Interaksi informal antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menciptakan suasana kekeluargaan yang mendukung terciptanya ekosistem akademik yang harmonis.

Kegiatan kerja bakti ditutup dengan diskusi santai di teras lobi kampus yang diiringi hidangan ringan. Dalam suasana hangat tersebut, sivitas akademika saling berbagi cerita dan pengalaman selama cuti bersama Idul Fitri, sekaligus mempererat silaturahmi setelah kembali dari kampung halaman. 

Melalui kegiatan ini, kampus UBMG menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kampus yang bersih, hijau, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat budaya akademik yang kolaboratif, unggul, berkarakter dan mengglobal sebagai bagian dari upaya mencetak generasi masa depan bangsa. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)