Hari Pertama, UBMG Ikuti Lokakarya Persiapan Program Fellowship ke Jepang untuk Perkuat Pendidikan Inklusif di Jakarta

6 Agustus 2026 Berita
Hari Pertama, UBMG Ikuti Lokakarya Persiapan Program Fellowship ke Jepang untuk Perkuat Pendidikan Inklusif di Jakarta

Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang inklusif dan berdaya saing global melalui partisipasi pada hari pertama lokakarya "Understanding Disability & Partner Universities" yang diselenggarakan oleh Pijar Foundation bekerja sama dengan KRISAN Fellowship, di Kantor Pijar Foundation, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, UBMG diwakili oleh Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A dan Dr. Imam Mashudi, M.Pd. yang bergabung bersama perwakilan berbagai perguruan tinggi mitra dari seluruh Indonesia, aktivis penyandang disabilitas, praktisi layanan disabilitas, serta narasumber dari Jepang. Lokakarya ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam mengembangkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sekaligus mempersiapkan kampus mitra mengikuti program KRISAN Fellowship di Jepang.

 

Pada hari pertama, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep pendidikan tinggi inklusif, pengembangan layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas, serta strategi menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan aksesibel bagi seluruh sivitas akademika. Berbagai materi yang disampaikan menekankan pentingnya penyediaan layanan yang setara sebagai bagian dari implementasi pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi.

 

Tidak hanya mengikuti sesi pemaparan materi, peserta juga terlibat dalam asesmen lingkungan yang mensimulasikan pengalaman pengguna kursi roda. Melalui simulasi tersebut, peserta diajak merasakan secara langsung bagaimana desain fasilitas seperti ramp, permukaan lantai, pintu, hingga tata ruang dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

 

Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman peserta terhadap model sosial disabilitas, yaitu pendekatan yang memandang hambatan bukan terletak pada kondisi individu, melainkan pada lingkungan dan sistem yang belum sepenuhnya inklusif. Perspektif ini menjadi dasar penting bagi perguruan tinggi dalam merancang kebijakan, layanan, serta fasilitas yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh mahasiswa secara adil dan setara.

 

Selain membahas konsep reasonable accommodation (akomodasi yang layak) dan penyusunan Individual Support Plan (Rencana Dukungan Individual) bagi mahasiswa penyandang disabilitas, lokakarya juga menghadirkan ruang diskusi mengenai praktik-praktik terbaik dari Jepang dalam penyelenggaraan layanan disabilitas di perguruan tinggi. Berbagai peluang kolaborasi internasional, baik dalam bidang penelitian, pengembangan kebijakan, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia, turut menjadi bagian penting dalam pembahasan.

 

Melalui kegiatan ini, UBMG memperoleh wawasan dan pengalaman yang dapat menjadi referensi dalam memperkuat kebijakan internal, menyusun standar operasional prosedur layanan disabilitas, serta mengembangkan sistem pendampingan yang lebih efektif di lingkungan kampus. Keikutsertaan UBMG juga menjadi wujud komitmen universitas dalam menghadirkan lingkungan akademik yang inklusif, adaptif, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.

 

Pijar Foundation berharap lokakarya ini menjadi langkah awal transformasi sistemik pendidikan tinggi Indonesia menuju kampus yang lebih aksesibel, aman, dan ramah bagi semua. Melalui jejaring KRISAN Fellowship serta kolaborasi dengan para ahli dari Jepang, perguruan tinggi mitra diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi, sehingga setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi.

 

Partisipasi UBMG dalam forum ini sekaligus mempertegas komitmen universitas dalam mendukung agenda internasionalisasi pendidikan tinggi serta implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Sejalan dengan visi Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal, UBMG terus memperluas jejaring kolaborasi nasional maupun internasional guna menghadirkan pendidikan tinggi yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)