Perkuat Wawasan Akademik dan Inovasi Global, Mahasiswa UBMG Jalani Hari Kedua KKM Internasional di Universiti Malaya

6 Agustus 2026 Akademik
Perkuat Wawasan Akademik dan Inovasi Global, Mahasiswa UBMG Jalani Hari Kedua KKM Internasional di Universiti Malaya

Kampus UBMG – Mahasiswa Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) yang mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa Internasional (KKM-I) di Universiti Malaya (UM), Malaysia, menjalani hari kedua kegiatan dengan rangkaian aktivitas akademik dan penguatan wawasan internasional. Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (6/8/2026).


Kegiatan diawali dengan pembinaan karakter melalui rutinitas ibadah Sholat Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan senam dan olahraga ringan sebagai upaya menjaga kebugaran fisik sebelum mengikuti agenda akademik. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki keseimbangan antara kesehatan jasmani, spiritual, dan kesiapan mengikuti seluruh rangkaian program internasional.


Memasuki agenda utama di hari ke dua, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan rumpun keilmuan. Kelompok pertama terdiri atas mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Pendidikan Khusus, dan Manajemen, sedangkan kelompok kedua berasal dari Program Studi Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).


Salah satu agenda penting adalah kunjungan ke Universiti Malaya Library. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai sistem pengelolaan perpustakaan modern, layanan digital, hingga mekanisme peminjaman koleksi berdasarkan jenjang pendidikan. Mahasiswa program sarjana (Bachelor) diberikan hak meminjam hingga 30 buku, sedangkan mahasiswa magister dan doktoral dapat meminjam hingga 60 buku dengan masa peminjaman selama satu bulan.


Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep perpustakaan yang inklusif. Universiti Malaya menyediakan fasilitas khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas, termasuk ruang belajar yang dirancang sesuai kebutuhan dengan sistem akses khusus. Pengenalan fasilitas tersebut memberikan wawasan kepada mahasiswa UBMG mengenai pentingnya menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang ramah, setara, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika.


Sementara itu, mahasiswa Program Studi Farmasi UBMG melaksanakan kunjungan ke laboratorium farmasi Universiti Malaya. Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai instrumen analisis farmasi serta demonstrasi penggunaan peralatan laboratorium berstandar internasional.


Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah Dissolution Tester, yaitu alat yang digunakan untuk menguji laju disolusi tablet sebagai bagian dari proses pengendalian mutu (quality control) obat. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai standar pengujian farmasi modern serta pentingnya penerapan teknologi laboratorium dalam menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas produk farmasi.


Sebagai bagian dari pengenalan sejarah dan budaya akademik Universiti Malaya, peserta juga mengunjungi UM Gallery. Melalui teknologi digital interaktif, mahasiswa diajak menelusuri perjalanan sejarah berdirinya Universiti Malaya, mengenal berbagai tokoh dan alumni berprestasi, serta mendengarkan kutipan inspiratif (quotes) para alumni melalui media digital yang terintegrasi.


Kunjungan kemudian dilanjutkan ke galeri seni yang menampilkan berbagai karya seniman internasional, termasuk lukisan karya seniman Indonesia, Batara Lubis (1956) berjudul Landscape in Central Java. Kehadiran karya tersebut menjadi bukti bahwa seni dan budaya Indonesia turut mendapat ruang apresiasi di tingkat internasional.


Pengalaman berbeda juga diperoleh mahasiswa saat mengunjungi pusat inovasi teknologi Universiti Malaya yang sedang menjadi lokasi penyelenggaraan ASEAN Maker Fest 2026. Pada ajang tersebut, mahasiswa menyaksikan secara langsung proses pengembangan desain digital dua dimensi (2D) yang kemudian diwujudkan menjadi objek tiga dimensi (3D) menggunakan teknologi pencetakan modern.


Festival inovasi tersebut diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Malaysia dengan konsep kolaborasi multidisiplin, di mana setiap tim terdiri atas mahasiswa dari berbagai bidang ilmu, seperti pendidikan, teknologi informasi, sistem informasi, dan disiplin ilmu lainnya. Selain memperebutkan hadiah, piala, dan sertifikat, ajang ini juga menjadi wadah pengembangan portofolio serta pengalaman yang bernilai tinggi untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.


Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa UBMG tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lingkungan akademik bertaraf internasional, tetapi juga memperluas wawasan mengenai budaya riset, inovasi teknologi, sistem pendidikan modern, serta praktik terbaik yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia.


Program KKM Internasional ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Bina Mandiri Gorontalo dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui peningkatan kompetensi global mahasiswa, penguatan jejaring akademik internasional, serta pengembangan pengalaman belajar lintas negara. Diharapkan, seluruh peserta mampu menjadi duta UBMG yang membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan profesionalisme, sekaligus mengimplementasikan berbagai pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung kemajuan kampus dan pembangunan masyarakat di masa depan. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)