Kampus UBMG – Mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Farmasi dan Prodi S1 Gizi, Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) melaksanakan kegiatan Expertise and Industrial Studies, yang dirangkaikan dengan diseminasi hasil benchmark akademik dan industri di Aula Kampus UBMG, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi penguatan budaya akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui integrasi pembelajaran teoritis di perguruan tinggi dengan praktik nyata di dunia industri dan institusi pendidikan tinggi.
Melalui forum diseminasi tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil pengamatan, analisis, serta refleksi akademik dari kegiatan kunjungan studi ke sejumlah perguruan tinggi dan industri di Malaysia, Jakarta, dan Bandung yang telah dilaksanakan pada 26–31 Januari 2026 lalu.
Expertise and Industrial Studies dirancang sebagai wahana akademik untuk memperluas wawasan keilmuan mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendekatan teoritik di ruang kelas dengan dinamika praktik profesional di bidang farmasi dan gizi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analitis, kritis, serta reflektif terhadap praktik-praktik terbaik (best practices) di dunia industri dan institusi akademik.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UBMG, Rizal, M.Si menegaskan kegiatan diseminasi ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat tradisi akademik berbasis pengalaman lapangan dan memperluas wawasan global mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus mendiseminasikan hasil studi banding yang telah dilaksanakan di Malaysia, Jakarta, dan Bandung.
"Mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan secara komprehensif pengalaman akademik yang diperoleh selama kunjungan, baik terkait sistem pembelajaran, pengelolaan laboratorium, maupun praktik industri yang relevan dengan bidang keilmuan mereka,” ujar Plt Rektor Rizal.
Menurutnya, proses diseminasi tersebut merupakan bagian penting dari penguatan budaya akademik di lingkungan UBMG yang menekankan pada proses pembelajaran berbasis pengalaman, analisis ilmiah, serta pengembangan wawasan global mahasiswa.
Mahasiswa perlu mampu mengidentifikasi praktik-praktik unggulan yang mereka temukan selama kunjungan, kemudian melakukan analisis perbandingan dengan sistem pembelajaran yang diterapkan di UBMG.
"Dengan demikian, hasil kunjungan tersebut tidak hanya menjadi laporan kegiatan, tetapi menjadi sumber pengetahuan yang dapat memperkaya pengembangan akademik di kampus,” tambah Rizal, M.Si.
Lebih lanjut Ia menegaskan bahwa Kampus UBMG terus berkomitmen menghadirkan proses pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.
Kampus UBMG terus mendorong inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan akademik dengan pengalaman lapangan.
"Hal ini penting untuk memastikan bahwa lulusan UBMG memiliki kompetensi keilmuan, keterampilan profesional, serta daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) UBMG, Adnan Malaha, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari evaluasi akademik atas program benchmark yang telah dilaksanakan pada akhir Januari 2026 lalu.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif kepada mahasiswa melalui pengamatan langsung terhadap sistem pendidikan, riset, serta praktik industri di bidang farmasi dan gizi.
“Benchmark ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang kami integrasikan dalam kurikulum. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana sistem akademik, pengelolaan laboratorium, serta praktik industri dijalankan di berbagai institusi yang menjadi tujuan kunjungan,” jelas Dekan Adnan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan diseminasi ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan komunikasi ilmiah mahasiswa melalui forum presentasi akademik.
Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok dan mempresentasikan topik-topik yang telah ditentukan oleh dosen pembimbing.
"Proses ini penting untuk melatih kemampuan analisis, penyusunan laporan ilmiah, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis dan argumentatif,” ungkap Dekan Adnan.
Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa hasil kegiatan benchmark tersebut akan direkognisi dalam beberapa mata kuliah yang relevan dengan bidang keilmuan mahasiswa.
Hasil kegiatan ini nantinya akan direkognisi pada beberapa mata kuliah, seperti Farmasi Industri, Manajemen Farmasi, Manajemen Gizi, serta mata kuliah lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan industri kesehatan dan pangan.
"Dengan demikian, pengalaman lapangan yang diperoleh mahasiswa dapat terintegrasi langsung dengan proses pembelajaran akademik di kampus,” tambahnya.
Dalam kegiatan diseminasi ini tercatat sebanyak 76 mahasiswa dari Prodi S1 Farmasi dan S1 Gizi yang mengikuti presentasi akademik. Para peserta dibagi ke dalam 23 kelompok, yang masing-masing kelompok mempresentasikan topik yang telah ditentukan berdasarkan hasil observasi selama kegiatan benchmark.
Setiap sesi presentasi dilaksanakan secara bertahap dengan format tiga kelompok pemapar dalam satu sesi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama tim penilai yang terdiri dari dosen pendamping. Mekanisme ini dirancang untuk mendorong dialog akademik yang konstruktif sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Melalui proses tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan laporan kunjungan, tetapi juga melakukan analisis komparatif terhadap model pembelajaran, sistem pengelolaan akademik, serta praktik industri yang mereka temukan selama kegiatan studi banding.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya perspektif akademik mahasiswa mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional di bidang farmasi dan gizi. Selain itu, dapat menjadi sarana pembentukan kapasitas intelektual mahasiswa dalam memahami dinamika dunia industri kesehatan yang terus berkembang.
Kegiatan ini juga sekaligus mencerminkan komitmen institusi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang progresif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui penguatan kegiatan akademik berbasis pengalaman lapangan, kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan industri, serta pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Kampus UBMG terus menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul, profesional, dan berdaya saing.
"Komitmen tersebut sejalan dengan visi UBMG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya menekankan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kapasitas inovasi, serta kesiapan lulusan untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan masyarakat dan sektor industri, khususnya di bidang kesehatan," tutup Dekan Adnan. (hms)