Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan Diseminasi Hasil Studi Kepakaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Pascasarjana (PPs), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB), Kamis (5/2/2026), di Aula Kampus UBMG.
Kegiatan ini menjadi ruang akademik strategis bagi mahasiswa untuk mempresentasikan, merefleksikan, serta mengkritisi hasil pembelajaran berbasis lapangan yang telah dilaksanakan di Bali dan Jawa Timur, pada 18–23 Januari 2026.
Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan laporan kegiatan, tetapi juga memformulasikan temuan empiris, analisis akademik, serta rekomendasi aplikatif sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Diseminasi hasil Studi Kepakaran diikuti oleh delapan kelompok mahasiswa dan dihadiri oleh pimpinan Universitas dan Program Studi, di antaranya Dekan FEB, Dekan FIPB, Kepala Biro PSDM, Ketua Program Studi S2 Manajemen Pascasarjana (PPs), Ketua Program Studi S1 Manajemen, serta Tim Pendamping Studi Kepakaran, sebagai bagian dari mekanisme penjaminan mutu akademik UBMG.
Dekan FEB UBMG, Dr. Darman, M.Si, menegaskan bahwa Studi Kepakaran merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan kemampuan analitis, reflektif, dan aplikatif mahasiswa melalui keterlibatan langsung dengan dunia praktik.
“Melalui Studi Kepakaran, mahasiswa didorong untuk mengaitkan teori yang dipelajari di kelas dengan realitas sosial, ekonomi, dan industri di lapangan. Proses ini penting agar mahasiswa memiliki kepekaan akademik sekaligus kesiapan profesional,” jelas Dr. Darman.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan diisi dengan kuliah pakar, observasi terstruktur, dan dialog akademik di berbagai sektor, mulai dari industri pengolahan makanan, industri perhotelan dan restoran, hingga kunjungan ke institusi pendidikan dan layanan pendidikan khusus.
“Mahasiswa mempelajari bagaimana sebuah usaha dikelola secara profesional, bagaimana standar mutu dijaga, serta bagaimana inovasi dan pelayanan menjadi kunci keberlanjutan bisnis. Ini adalah pembelajaran nyata yang tidak selalu ditemukan di buku teks,” tambahnya.
Dalam sektor industri pengolahan makanan, mahasiswa mengamati proses produksi pie susu beserta sistem manajemen, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Sementara pada sektor perhotelan dan restoran, mahasiswa mendapatkan gambaran langsung mengenai tata kelola bisnis jasa, pelayanan pelanggan, serta pengelolaan sumber daya manusia berbasis standar industri.
Selain itu, kunjungan akademik ke Universitas Pendidikan Ganesha Bali, Universitas Brawijaya Malang, dan Universitas Merdeka Malang memberikan wawasan tentang pengelolaan perguruan tinggi, pengembangan riset, serta kolaborasi akademik lintas institusi. Kunjungan ke Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tingkat Nasional Bagian C di Bedali, Lawang, Malang.
Melalui studi kepakaran juga makin memperkaya perspektif mahasiswa mengenai praktik pendidikan inklusif dan layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Seluruh pengalaman tersebut dirangkum dan dianalisis secara sistematis oleh mahasiswa selama enam hari pelaksanaan kegiatan, kemudian dipresentasikan dalam forum diseminasi sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan refleksi pembelajaran.
Forum diseminasi berlangsung interaktif dan edukatif. Setiap kelompok menyampaikan hasil kajian, diikuti dengan diskusi ilmiah, umpan balik, serta masukan konstruktif dari dosen pendamping dan peserta lainnya. Diskusi ini mendorong mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi akademik, serta kerja kolaboratif.
Sebagai bagian dari evaluasi, terdapat empat indikator penilaian utama yang menjadi dasar penentuan nilai akhir mata kuliah Studi Kepakaran, meliputi substansi akademik laporan, kedalaman analisis lapangan, kualitas presentasi ilmiah, serta partisipasi aktif dalam diskusi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengalaman lapangan memiliki nilai akademik yang jelas dan terukur. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya pergi melihat, tetapi mampu mengolah pengalaman tersebut menjadi pengetahuan yang bermakna,” tutur Dr. Darman.
Melalui kegiatan ini, UBMG menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mendorong pembelajaran inovatif, serta berorientasi pada penciptaan lulusan yang unggul, berkarakteri dan mengglobal.
"Kampus UBMG menegaskan komitmennya menjadi PTS yang berorientasi pada penguatan kompetensi, relevansi keilmuan, dan kesiapan lulusan menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat peran institusi dalam pembangunan sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia," tutup Dekan Darman. (hms)