Kampus UBMG —
Rangkaian Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI) Universitas Bina Mandiri
Gorontalo (UBMG) di Malaysia memasuki tahap akhir. Sebanyak 24 mahasiswa peserta
KKMI mengikuti Final Presentation
secara hybrid pada Senin (24/8/2026), sebagai bagian dari evaluasi sekaligus
refleksi atas berbagai pengalaman pembelajaran yang mereka jalani selama kurang
lebih dua pekan di Universiti Malaya, Malaysia.
Final
Presentation menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian KKMI. Melalui
kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diminta menyampaikan kembali pengalaman
selama mengikuti program, tetapi juga mengolah berbagai aktivitas dan
pembelajaran yang diperoleh menjadi sebuah karya atau tulisan yang dapat
dipresentasikan secara akademik.
Dalam
pelaksanaannya, 24 mahasiswa dibagi ke dalam enam kelompok. Tiga kelompok
berasal dari rumpun kesehatan, yang mengangkat topik berkaitan dengan bidang
Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sementara itu, tiga kelompok lainnya berasal dari rumpun nonkesehatan dengan
topik yang berkaitan dengan Pendidikan, Hubungan Internasional, dan Manajemen.
Beragam
topik yang dipresentasikan menunjukkan luasnya pengalaman mahasiswa selama
mengikuti KKMI. Beberapa di antaranya membahas pengalaman pembelajaran dan
pengajaran kepada anak-anak, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan
International Student Education Summit (ISES), hingga topik yang berkaitan
dengan pengelolaan dan pelayanan dalam bidang kesehatan.
Dosen
Pembimbing Lapangan KKMI Internasional UBMG, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., menjelaskan bahwa Final Presentation
menjadi momentum untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu mengolah pengalaman
internasional yang mereka peroleh menjadi pengetahuan dan pembelajaran yang
bermakna.
“Harapannya,
mahasiswa bukan hanya merasa bahwa mereka sudah pernah ke Malaysia. Lebih dari
itu, ketika kembali ke kampus, mereka memiliki pemikiran bahwa mereka sudah
pernah belajar dan mendapatkan pengalaman baru di lingkungan internasional.
Mereka membawa versi terbaru dari diri mereka setelah mengikuti program KKMI
ini,” ungkap Ismail.
Menurutnya,
pengalaman selama mengikuti KKMI diharapkan dapat mendorong perubahan pola
pikir mahasiswa ke arah yang lebih positif. Lingkungan pembelajaran
internasional yang diikuti dengan berbagai aktivitas akademik maupun
nonakademik menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat perspektif baru,
membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan beradaptasi di
lingkungan global.
“Harapannya
ada perubahan mindset ke hal-hal yang lebih positif karena mereka melihat dan
terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang sangat produktif,” tambahnya.
Ismail
menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam program internasional juga menjadi
bagian penting dalam memperluas wawasan dan membuka peluang mereka pada masa
mendatang.
“Dengan
mereka terlibat, tentunya mereka bisa mendapatkan insight yang terbaru.
Harapannya, pengalaman tersebut dapat memberikan kontribusi positif kepada
mereka dan membuka peluang ke depannya, bukan hanya di lingkungan lokal, tetapi
juga secara internasional,” jelasnya.
Rangkaian
KKMI UBMG di Malaysia sendiri tidak berhenti pada Final Presentation. Sebelum
kembali ke Indonesia, para mahasiswa masih akan mengikuti agenda konferensi
sebagai bagian dari rangkaian akhir program. Setelah seluruh agenda di Malaysia
selesai, mahasiswa dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 28 Agustus 2026
melalui Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Setibanya
di Indonesia, UBMG juga akan menggelar agenda penyambutan mahasiswa.
Selanjutnya, mahasiswa akan kembali mempresentasikan hasil pengalaman dan
pembelajaran mereka di hadapan sivitas akademika UBMG. Berbeda dengan Final
Presentation di Malaysia yang melibatkan mitra dan dosen dari Universiti
Malaya, sesi presentasi di kampus nantinya akan menjadi ruang berbagi
pengalaman secara langsung bersama dosen-dosen UBMG.
Kegiatan
tersebut diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mentransfer
pengalaman internasional yang mereka peroleh kepada lingkungan kampus. Dengan
demikian, manfaat KKMI tidak berhenti pada pengalaman personal peserta, tetapi
dapat berkembang menjadi pengetahuan yang dibagikan kepada sivitas akademika
dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
Pelaksanaan
KKMI Internasional menjadi bagian dari komitmen UBMG dalam memberikan
pengalaman pembelajaran yang lebih luas kepada mahasiswa. Melalui keterlibatan
dalam lingkungan akademik internasional, mahasiswa didorong untuk mengembangkan
kompetensi, memperluas jejaring, mengenal perspektif global, serta
mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kehidupan profesional yang
semakin terhubung secara internasional.
Bagi
UBMG, program ini sekaligus memperkuat langkah kampus dalam membangun budaya
akademik yang terbuka terhadap kolaborasi dan pengalaman global. Mahasiswa
tidak hanya dibekali pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga diberikan
kesempatan untuk belajar langsung dari lingkungan akademik internasional,
berinteraksi dengan budaya yang berbeda, serta membawa pulang pengalaman
tersebut untuk dikembangkan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Melalui
KKMI Internasional, UBMG terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya
memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, memiliki
wawasan global, dan siap mengambil peran di tingkat internasional. Selaras
dengan Visi Universitas Bina Mandiri
Gorontalo “Unggul, Berkarakter dan Mengglobal”. (Hms)