Tuntaskan Final Presentation di Malaysia, Mahasiswa KKMI UBMG Bersiap Pulang dengan Wawasan Baru

26 Agustus 2026 Akademik
Tuntaskan Final Presentation di Malaysia, Mahasiswa KKMI UBMG Bersiap Pulang dengan Wawasan Baru

Kampus UBMG — Rangkaian Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) di Malaysia memasuki tahap akhir. Sebanyak 24 mahasiswa peserta KKMI mengikuti Final Presentation secara hybrid pada Senin (24/8/2026), sebagai bagian dari evaluasi sekaligus refleksi atas berbagai pengalaman pembelajaran yang mereka jalani selama kurang lebih dua pekan di Universiti Malaya, Malaysia.

 

Final Presentation menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian KKMI. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diminta menyampaikan kembali pengalaman selama mengikuti program, tetapi juga mengolah berbagai aktivitas dan pembelajaran yang diperoleh menjadi sebuah karya atau tulisan yang dapat dipresentasikan secara akademik.

 

Dalam pelaksanaannya, 24 mahasiswa dibagi ke dalam enam kelompok. Tiga kelompok berasal dari rumpun kesehatan, yang mengangkat topik berkaitan dengan bidang Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sementara itu, tiga kelompok lainnya berasal dari rumpun nonkesehatan dengan topik yang berkaitan dengan Pendidikan, Hubungan Internasional, dan Manajemen.

 

Beragam topik yang dipresentasikan menunjukkan luasnya pengalaman mahasiswa selama mengikuti KKMI. Beberapa di antaranya membahas pengalaman pembelajaran dan pengajaran kepada anak-anak, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan International Student Education Summit (ISES), hingga topik yang berkaitan dengan pengelolaan dan pelayanan dalam bidang kesehatan.

 

Dosen Pembimbing Lapangan KKMI Internasional UBMG, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., menjelaskan bahwa Final Presentation menjadi momentum untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu mengolah pengalaman internasional yang mereka peroleh menjadi pengetahuan dan pembelajaran yang bermakna.

 

“Harapannya, mahasiswa bukan hanya merasa bahwa mereka sudah pernah ke Malaysia. Lebih dari itu, ketika kembali ke kampus, mereka memiliki pemikiran bahwa mereka sudah pernah belajar dan mendapatkan pengalaman baru di lingkungan internasional. Mereka membawa versi terbaru dari diri mereka setelah mengikuti program KKMI ini,” ungkap Ismail.

 

Menurutnya, pengalaman selama mengikuti KKMI diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir mahasiswa ke arah yang lebih positif. Lingkungan pembelajaran internasional yang diikuti dengan berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat perspektif baru, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan beradaptasi di lingkungan global.

 

“Harapannya ada perubahan mindset ke hal-hal yang lebih positif karena mereka melihat dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang sangat produktif,” tambahnya.

 

Ismail menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam program internasional juga menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan dan membuka peluang mereka pada masa mendatang.

 

“Dengan mereka terlibat, tentunya mereka bisa mendapatkan insight yang terbaru. Harapannya, pengalaman tersebut dapat memberikan kontribusi positif kepada mereka dan membuka peluang ke depannya, bukan hanya di lingkungan lokal, tetapi juga secara internasional,” jelasnya.

 

Rangkaian KKMI UBMG di Malaysia sendiri tidak berhenti pada Final Presentation. Sebelum kembali ke Indonesia, para mahasiswa masih akan mengikuti agenda konferensi sebagai bagian dari rangkaian akhir program. Setelah seluruh agenda di Malaysia selesai, mahasiswa dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 28 Agustus 2026 melalui Bandara Sam Ratulangi, Manado.

 

Setibanya di Indonesia, UBMG juga akan menggelar agenda penyambutan mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa akan kembali mempresentasikan hasil pengalaman dan pembelajaran mereka di hadapan sivitas akademika UBMG. Berbeda dengan Final Presentation di Malaysia yang melibatkan mitra dan dosen dari Universiti Malaya, sesi presentasi di kampus nantinya akan menjadi ruang berbagi pengalaman secara langsung bersama dosen-dosen UBMG.

 

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mentransfer pengalaman internasional yang mereka peroleh kepada lingkungan kampus. Dengan demikian, manfaat KKMI tidak berhenti pada pengalaman personal peserta, tetapi dapat berkembang menjadi pengetahuan yang dibagikan kepada sivitas akademika dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

 

Pelaksanaan KKMI Internasional menjadi bagian dari komitmen UBMG dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas kepada mahasiswa. Melalui keterlibatan dalam lingkungan akademik internasional, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, mengenal perspektif global, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kehidupan profesional yang semakin terhubung secara internasional.

 

Bagi UBMG, program ini sekaligus memperkuat langkah kampus dalam membangun budaya akademik yang terbuka terhadap kolaborasi dan pengalaman global. Mahasiswa tidak hanya dibekali pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar langsung dari lingkungan akademik internasional, berinteraksi dengan budaya yang berbeda, serta membawa pulang pengalaman tersebut untuk dikembangkan di lingkungan kampus dan masyarakat.

 

Melalui KKMI Internasional, UBMG terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, memiliki wawasan global, dan siap mengambil peran di tingkat internasional. Selaras dengan Visi Universitas Bina Mandiri Gorontalo “Unggul, Berkarakter dan Mengglobal”. (Hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)