Kampus UBMG - Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG)
terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi
yang unggul, berkarakter, dan mengglobal. Salah satu langkah strategis tersebut
diwujudkan melalui rapat teknis persiapan kedatangan mahasiswa asing Program
Pascasarjana Tahun Akademik 2026 yang dilaksanakan di Gedung Pascasarjana UBMG,
Sabtu (1/8/2026).
Rapat dipimpin dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri
Gorontalo, Dr. Ir. H. Azis Rachman, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., bersama
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A.,
Direktur Pascasarjana UBMG, Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si., Dr. Sudarsono, M.M., Wakil Rektor I Bidang Akademik, William Indra S. Mooduto, M.SA., Sukriyanto Gausu, M.E., serta jajaran staf administrasi Pascasarjana.
Pertemuan tersebut membahas secara komprehensif berbagai
aspek teknis yang berkaitan dengan kesiapan administrasi akademik,
keimigrasian, hingga akomodasi bagi mahasiswa internasional yang akan menempuh
studi magister di UBMG.
Pada tahun akademik 2026, UBMG akan menerima dua mahasiswa
internasional asal Pakistan yang akan melanjutkan studi pada Program Magister
Manajemen. Keduanya akan menempuh jalur S2 Manajemen Berbasis Riset, dengan
konsentrasi Manajemen Pendidikan dan Manajemen
Layanan Kesehatan.
Kepala Kantor Urusan Internasional UBMG, Dr. Ayu Anastasya
Rachman, M.A., menjelaskan bahwa kedua mahasiswa tersebut merupakan hasil
seleksi yang sangat kompetitif.
"Dari sekitar 100 pendaftar yang berasal dari berbagai
negara, setelah melalui seleksi administrasi tersisa sekitar 20 peserta.
Selanjutnya dilakukan tahapan wawancara secara menyeluruh hingga akhirnya
terpilih lima kandidat terbaik, termasuk dua mahasiswa yang akan menempuh studi
Magister Manajemen di UBMG," jelasnya.
Menurut Dr. Ayu, seluruh persiapan akademik telah dirancang
secara matang. Program yang akan diikuti mahasiswa internasional bukan
merupakan kelas reguler, melainkan program Magister berbasis riset yang
memberikan penekanan lebih besar pada kegiatan penelitian, penyusunan tesis,
publikasi ilmiah, serta pengembangan kapasitas akademik berbasis penelitian.
"Jumlah SKS tetap sama dengan program reguler, namun
proses pembelajarannya lebih difokuskan pada kegiatan riset, penyusunan tesis,
serta publikasi ilmiah sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi akademik
dan kemampuan penelitian yang lebih kuat," ungkapnya.
Selain kesiapan akademik, Kantor Urusan Internasional UBMG
juga memastikan seluruh dokumen keimigrasian dan administrasi legal telah
dipenuhi sesuai ketentuan Pemerintah Republik Indonesia.
Dr. Ayu menjelaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan seluruh
dokumen penting kepada Pascasarjana UBMG, mulai dari visa studi yang berlaku
sejak kedatangan mahasiswa pada 9
Agustus 2026, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), dokumen akademik berupa
ijazah dan transkrip nilai, curriculum vitae (CV), motivation letter, hingga
surat komitmen finansial.
"Kami memastikan seluruh dokumen administrasi, mulai
dari izin belajar, visa, hingga KITAS telah diproses secara resmi sehingga
mahasiswa internasional dapat menjalankan proses akademik secara legal, aman,
dan sesuai dengan ketentuan hukum di Indonesia," katanya.
Lebih lanjut, Dr. Ayu berharap kehadiran mahasiswa
internasional tidak hanya bertujuan memperoleh gelar akademik, tetapi juga
mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sivitas akademika UBMG.
"Kedua mahasiswa tersebut memiliki latar belakang
profesional yang sangat baik. Salah satunya merupakan seorang dokter, sementara
yang lainnya adalah tenaga pendidik tingkat SMA di Pakistan. Pengalaman
tersebut menjadi modal yang sangat berharga untuk berkolaborasi dalam kegiatan
penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun mendukung aktivitas
pembelajaran di lingkungan Yayasan Bina Mandiri Gorontalo," ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa internasional nantinya juga diharapkan
dapat terlibat dalam berbagai aktivitas akademik maupun praktik lapangan,
termasuk mendukung kegiatan penelitian di laboratorium, berbagi pengalaman
profesional, hingga berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di
sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Mandiri Gorontalo.
Program penerimaan mahasiswa asing ini merupakan
implementasi nyata dari internasionalisasi UBMG yang telah berjalan secara
konsisten selama tiga tahun terakhir. Sebelumnya UBMG telah menerima mahasiswa
bergelar dari Timor-Leste, sementara tahun ini memperluas jejaring
internasional dengan menerima mahasiswa dari Pakistan.
Selain program gelar (degree program), UBMG juga aktif
menyelenggarakan program pertukaran mahasiswa (non-degree) dengan berbagai
perguruan tinggi luar negeri. Mahasiswa internasional yang pernah mengikuti
program tersebut berasal dari berbagai negara, di antaranya China, Bulgaria,
Malaysia.
Hal ini menunjukkan semakin luasnya jejaring kerja sama
internasional yang dimiliki UBMG sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai
salah satu perguruan tinggi di Indonesia Timur yang aktif membangun kolaborasi
akademik lintas negara.
Sebagai bentuk komitmen universitas dalam mendukung
keberhasilan studi mahasiswa internasional, UBMG memberikan berbagai fasilitas
beasiswa yang mencakup penyediaan tempat tinggal, bantuan biaya hidup bulanan,
serta pendampingan akademik selama masa studi.
Sementara itu, perlindungan kesehatan melalui asuransi
perjalanan menjadi tanggung jawab masing-masing mahasiswa, yang telah
dipersiapkan sejak keberangkatan dari negara asal sesuai dengan persyaratan
program internasional.
Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Ir. H. Azis
Rachman, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa internasionalisasi
merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan
tinggi sekaligus memperkuat daya saing UBMG di tingkat global.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa asing tidak hanya
meningkatkan atmosfer akademik yang lebih multikultural, tetapi juga membuka
ruang kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi,
dan pengabdian kepada masyarakat.
"Program internasional ini merupakan bagian dari
komitmen Yayasan dan Universitas Bina Mandiri Gorontalo untuk terus
menghadirkan pendidikan berkualitas yang diakui secara global. Kami berharap
para mahasiswa internasional nantinya menjadi duta UBMG yang memperkenalkan
kualitas pendidikan dan budaya akademik kampus kepada masyarakat
internasional," ujarnya.
Melalui penguatan program internasional tersebut, UBMG
optimistis mampu terus meningkatkan reputasi sebagai perguruan tinggi yang
adaptif terhadap perkembangan global, memiliki jejaring internasional yang
luas, serta menjadi destinasi pendidikan tinggi yang diminati mahasiswa dari
berbagai negara.
Dengan semangat Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal, Universitas Bina Mandiri Gorontalo terus
berkomitmen memperluas kerja sama internasional, meningkatkan kualitas
pendidikan, serta mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional
maupun global.